kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Harga gas menguap, target Pupuk Indonesia rendah

Rabu, 20 Desember 2017 / 20:07 WIB

Harga gas menguap, target Pupuk Indonesia rendah

Sejumlah pekerja memindahkan pupuk urea ke salah satu gudang penyimpanan di Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (30/10). Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat Safrizal menyatakan PT Pupuk Iskandar Muda mendistribusikan pupuk urea hingga Oktober 2017 sebanyak 1.195 ton dari total alokasi 1.300 ton dan tersisa 105 ton. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww/17.

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) memasang target pertumbuhan yang cukup konservatif pada akhir tahun, yakni di kisaran 5% sampai 6%, seiring harga gas industri yang masih melambung. Maklum, gas menjadi bahan baku utama di industri pupuk.

Direktur Keuangan Pupuk Indonesia, Indarto Pamoengkas mengatakan, sebagai bahan baku utama untuk memproduksi pupuk urea, kenaikan harga gas cukup berimbas pada bisnis Pupuk Indonesia.

"Karena di akhir dari proses bisnis, kami harus menghadapi kompetisi di pasar," ujar Indarto saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (20/12).

Lebih lanjut Indarto bilang, dengan dibebaskannya impor pupuk dan harga bahan baku utama yang relatif mahal dibanding negara pesaing, membuat margin perusahaan pun ikut tergerus. Sayangnya, Indarto belum mau menyebutkan berapa persen margin perusahaan yang tergerus.

Hingga akhir tahun nanti, lanjutnya, Pupuk Indonesia memasang target pertumbuhan bisnis yang cukup konservatif, yakni di kisaran 5% sampai 6%. Menurutnya, meski Pupuk Indonesia membukukan kenaikan volume penjualan dibandingkan tahun lalu, secara absolut relatif sama. "

Karena ada penurunan harga pupuk pada semester 1 kemarin," ujar Indarto.

Kendati harga gas cukup tinggi, Indarto menjelaskan, dalam menetapkan harga, pihaknya tetap akan memperhatikan pasar. Menurut Indarto, pupuk merupakan komoditas, sehingga harga jual pupuk merupakan harga pasar.

Sehingga, "Kalau kita jual lebih mahal dari kompetitor, tentunya konsumen akan beralih," ujarnya.

Adapun untuk mengatasi harga gas yang cukup tinggi tersebut, perusahaan akan mengimbangi dengan melakukan efisiensi di berbagai bidang non gas, di antaranya seperti mengganti unit steam dan energi dari gas menjadi batubara serta mengembangkan produk-produk pupuk yang persentase kebutuhan gasnya sedikit, seperti pupuk NPK.

Mengacu catatan KONTAN, hingga kuartal III/2017, perseroan mencatatkan penjualan Rp 40 triliun. Sampai akhir tahun nanti, PT Pupuk Indonesia menargetkan pendapatan hingga Rp 66 triliun.

  1.  


Reporter: Klaudia Molasiarani
Editor: Dessy Rosalina

PUPUK BERSUBSIDI

Berita terbaru Industri

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]