kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

September, Pupuk Indonesia catat penjualan Rp 40T


Senin, 23 Oktober 2017 / 17:17 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga September 2017, PT Pupuk Indonesia (Persero) sudah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp 3,5 triliun dari total capex sepanjang 2017 senilai Rp 7 triliun. Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 66 triliun.

Indarto Pamoengkas, Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia sebelumnya pernah mengatakan, sebagian besar capex tersebut bakal digunakan untuk menyelesaikan proyek pembangunan pabrik, utamanya di Gresik.

Tahun ini, perseroan tengah membangun sebuah pabrik Amonia Urea di Gresik dengan kapasitas produksi 500.000 ton per tahun. "Ditargetkan bulan Agustus 2018 sudah commissioning," ujarnya kepada KONTAN, Senin (23/10).

Indarto menyebut, hingga kuartal III-2017, perseroan mencatatkan penjualan Rp 40 triliun. Dia optimistis, hingga akhir tahun bisa mencapai target. Berdasarkan catatan KONTAN, PT Pupuk Indonesia menargetkan pendapatan hingga Rp 66 triliun sampai akhir tahun.

"Masa tanam di mana petani butuh pupuk itu bulan Oktober sampai Maret, sehingga permintaan pupuk sedang tinggi di bulan-bulan ini. Kami optimis target akhir tahun akan tercapai," imbuhnya.

Sebagai gambaran, kapasitas produksi pabrik pupuk perseroan mencapai 13,3 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sebesar 70% pupuk diproduksi untuk memenuhi subsidi pemerintah atau sekitar 11,5 juta ton.

Pupuk Indonesia pun memiliki unit bisnis lain di antaranya PT Rekayasa Industri, PT Pupuk Indonesia Pangan, PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Logistik, dan PT Pupuk Indonesia Energi. Namun, pendapatan terbesar masih ditopang dari bisnis pupuk. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×