kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.666
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS597.932 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Induk BUMN migas bisa sehatkan Pertamina

Kamis, 07 Desember 2017 / 13:14 WIB

Induk BUMN migas bisa sehatkan Pertamina

Seorang Awak Mobil Tangki (AMT) bersiap melakukan pengisian bahan bakar minyak ke dalam mobil tangki Pertamina di Terminal BBM Jakarta Group Plumpang, Jakarta Utara, Senin (27/11). PT Pertamina Patra Niaga selaku perusahaan yang mendapatkan penugasan dari PT Pertamina (Persero) berupaya memastikan dan mendukung setiap persiapan yang dibutuhkan AMT dalam kelancaran distribusi BBM, mulai dari proses pemeriksaan kesehatan, pelatihan "defense driving", pengecekan rutin mobil tangki hingga pengawasan melalui GPS. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/aww/17.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertamina tampak ngebet induk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas bumi (migas) segera terwujud. Selain mengonsolidasikan sejumlah perusahaan migas pelat merah di bawah satu induk, holding BUMN migas ini bisa menjadi jalan keluar Pertamina menghadapi masalah keuangan.

Motif tersebut tampak pada presentasi Pertamina di Kementerian Keuangan (Kemkeu), yang digelar baru-baru ini. Mengutip dokumen paparan Pertamina yang didapat KONTAN, terdapat beberapa poin alasan perlunya holding BUMN migas, termasuk menyelamatkan keuangan Pertamina.

Maklum, kini Pertamina tengah dihadapkan pada potensi penurunan pendapatan akibat keberadaan sejumlah sentimen negatif. Misalnya, pelarangan kenaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium periode Januari–September 2017. Beleid ini menyebabkan Pertamina kehilangan potensi pendapatan Rp 19 triliun.

Tekanan lain berasal dari kenaikan outstanding piutang Pertamina ke pemerintah atas penerapan kebijakan BBM satu harga. Nilainya mencapai Rp 39,6 triliun.

Pertamina optimistis, berbagai masalah itu bisa dipecahkan dengan holding BUMN migas. Sayang, sejumlah pihak yang berhubungan dengan pembentukannya menolak menjelaskan detilnya.

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi dan Media, sekaligus Kepala Gugus Holding BUMN Migas Wianda Pusponegoro menyatakan belum mengetahui data-data tersebut. "Saya belum melihat datanya," tandasnya kepada KONTAN, Rabu (6/12).

KONTAN juga berupaya menghubungi manajemen Pertamina, termasuk menghubungi Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito. Tapi hingga berita ini tayang, KONTAN belum menerima penjelasan dan konfirmasi.

Sekretaris perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Rachmat Hutama juga tak bersedia menjelaskan agenda pembentukan holding migas. Dia hanya menyatakan, semangat pembentukan holding migas adalah mencegah dualisme pengelolaan hilir gas bumi domestik.

Nah, sumber KONTAN yang enggan disebut namanya mengungkapkan, pemerintah terus mematangkan ide pembentukan holding BUMN migas. Rabu (6/12), misalnya, sejumlah pemangku kepentingan holding BUMN migas menggelar rapat penyatuan kajian pembentukan holding migas tersebut.

Namun, rapat yang dihadiri perwakilan konsultan independen, Kementerian BUMN, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemkeu, Pertamina, dan PGN belum menemukan kesepakatan. "Belum ada Rancangan Peraturan Pemerintah. Itu cuma dorongan Pertamina agar holding migas cepat. Tapi belum ada kesepakatan apa pun," kata sumber KONTAN itu.

 


Reporter: Pratama Guitarra
Editor: Dupla Kartini

PERTAMINA

Berita terbaru Industri

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]