kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Investor perikanan AS berniat investasi di NTB


Kamis, 19 April 2012 / 16:34 WIB
ILUSTRASI. Tencent sukses terbitkan obligasi dan meraih dana hingga US$ 4,5 miliar


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Industri pengolahan ikan dalam negeri tampaknya akan semakin semarak. Pasalnya perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yakni, North Atlantic Seafood berniat investasi di Indonesia senilai US$ 4 miliar.

Saut Parulian Hutagalung, Direktur Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan, daerah yang menjadi tujuan investasi itu adalah Nusa Tenggara Barat (NTB). "Perusahaan akan mengolah hasil perikanan lokal," jelas Saut di Jakarta, Kamis (19/4).

Keseriusan investor baru asal AS tersebut menurut Saut ditunjukkannya dengan niatan mereka melakukan survei lokasi ke NTB pada minggu depan. Kehadiran pemain baru ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja sektor industri perikanan, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Menurut Saut, selama ini setidaknya sudah ada dua perusahaan asal AS yang menggunakan hasil perikanan Indonesia untuk kemudian di ekspor ke AS. Kedua perusahaan itu adalah; Phillips Seafood dan Anova Seafood.

Saut merinci, penyerapan untuk produk perikanan khususnya rajungan dan kepiting oleh Phillips Seafood mencapai US$ 200 juta tahun 2011. "Selain produk mentah, produk yang diimpor oleh Phillips Seafood juga dalam bentuk setengah jadi," terangnya.

Sekedar informasi, kinerja ekspor perikanan Indonesia ke Amerika menunjukkan kinerja yang positif tahun lalu. Mengutip data KKP, ekspor produk perikanan Indonesia ke AS di 2011 mencapai US$ 1,07 miliar, atau naik 23,1% dibandingkan tahun 2010 yang mencapai US$ 870 juta.

"Tahun ini kami menargetkan ekspor ke AS naik 20%," terang Saut. Dari total ekspor produk perikanan Indonesia ke AS, udang masih menjadi komoditas unggulan yang mencapai US$ 615 juta, sementara untuk produk kepiting dan rajungan mencapai US$ 199 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×