kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Kemtan tawarkan 55.000 ha lahan tebu di Aceh ke China


Selasa, 01 Desember 2015 / 18:03 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Pemerintah membuka kesempatan bagi investor gula, baik investor dalam negeri maupun luar negeri menanamkan modalnya di Indonesia. Saat ini, Kementerian Pertanian (Kemtan) menawarkan lahan tebu seluas 55.000 hektare (ha) kepada para investor tebu asal Tiongkok.

Lahan tebu yang ditawarkan terletak di Aceh Tengah seluas 35.000 ha dan di Kabupaten Bener Meriah seluas 20.000 ha. Daerah ini merupakan hasil pemekaran dari Aceh Tengah.

Ketua Upaya Khusus (Upsus) Investasi Pertanian Kemtan Syukur Iwantoro, lahan yang ditawarkan kepada investor China tersebut sebelumnya sempat diberikan kepada investor India.

Tapi karena tidak diteruskan, maka pemerintah menyerahkannya kepada investor China. "Lahan tebu di Aceh Tengah itu, malah sebagian sudah dalam proses pengurusan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU)," kata Syukur kepada KONTAN, Selasa (1/12)

Pekan ini, tim Upsus Investasi Pertanian akan mengecek keberadaan dan kondisi lahan tersebut  bersama investor dari China.

Menurut Syukur, investor dari China memang menginginkan lahan tebu di daerah Aceh Tengah karena dinilai strategis untuk mengekspor gula.

Selain di Aceh, Upsus Kemtan juga akan mengecek lahan tebu di daerah lain. Sejumlah wilayah yang sudah siap untuk di ground checking adalah Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Barat.

Secara keseluruhan ada 24 investor yang menyatakan minat berinvestasi di industri gula, di mana 9 perusahan telah menyatakan komitmen kuat.

Mereka akan membangun 16 perusahaan pabrik gula berbasis tebu. Potensi investasinya sekitar Rp 75,23 triliun.

Dengan investasi sebesar itu, berpotensi membuka lapangan pekerjaan untuk 254.047 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×