kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.847   -94,22   -1,59%
  • KOMPAS100 773   -12,22   -1,56%
  • LQ45 582   -6,66   -1,13%
  • ISSI 204   -2,42   -1,17%
  • IDX30 329   -4,36   -1,30%
  • IDXHIDIV20 407   -4,78   -1,16%
  • IDX80 88   -1,26   -1,42%
  • IDXV30 111   -2,17   -1,91%
  • IDXQ30 106   -1,46   -1,35%

Cadangan Nikel Terbesar Dunia, Maluku Utara Dorong Hilirisasi Berkelanjutan


Kamis, 04 Juni 2026 / 14:55 WIB
Cadangan Nikel Terbesar Dunia, Maluku Utara Dorong Hilirisasi Berkelanjutan
ILUSTRASI. Harita Nickel - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) (Dok/NCKL)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis untuk mendukung transisi energi dan industri kendaraan listrik, isu keberlanjutan dalam rantai pasok nikel menjadi sorotan. Pelaku industri, investor, hingga regulator kini tidak hanya memperhatikan kapasitas produksi, tetapi juga aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Dalam konteks tersebut, Maluku Utara semakin menegaskan perannya sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel terintegrasi dunia. Terlihat dalam penyelenggaraan North Maluku Sustainability Trip yang digelar Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia bersama Kadin Indonesia dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Kegiatan ini mempertemukan organisasi internasional, pelaku industri, investor, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk meninjau langsung perkembangan ekosistem hilirisasi nikel di Maluku Utara sekaligus mendiskusikan praktik hilirisasi yang berkelanjutan.

Berdasarkan data US Geological Survey (USGS), Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia pada tahun 2026 sebesar 62 juta ton atau sekitar 44,3% dari cadangan global. Sekitar 90% cadangan tersebut berada di Sulawesi dan Maluku Utara.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerahnya masih ditopang oleh industri hilirisasi, khususnya nikel.

"Tahun lalu ekonomi Maluku Utara tumbuh sekitar 34% secara tahunan, sementara pada kuartal pertama 2026 mencapai 19,64%, tertinggi di Indonesia. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa hilirisasi telah menciptakan nilai tambah yang nyata bagi daerah," ujarnya, Rabu (3/6). 

Sherly menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pengawasan lingkungan, transparansi, dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan industri.

"Sekitar 50 tahun dari sekarang, Maluku Utara tidak boleh hanya dikenal karena nikel yang diambil dari tanahnya, tetapi karena nilai yang berhasil kita tinggalkan bagi masyarakatnya," katanya.

Baca Juga: Kadin dan Asosiasi Pengusaha Tambang Merespons Keluhan Pebisnis China Soal Nikel RI

Perwakilan Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia sekaligus Direktur BYD Haka Auto, Ahmad Fikri Susanto menilai, transparansi dan pengelolaan rantai pasok kini menjadi perhatian utama investor global.

"Investor dan pembeli global kini ingin melihat lebih dari sekadar volume produksi. Mereka ingin memahami bagaimana rantai pasok dikelola, bagaimana lingkungan dijaga, dan bagaimana masyarakat turut merasakan manfaat pembangunan," katanya

Sementara, Vice Chair for International Affairs Kadin Indonesia, Bernardino Vega mengatakan, standar ESG kini semakin memengaruhi keputusan investasi di sektor mineral.

Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He menambahkan, pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

"Investasi yang berkembang di kawasan ini tidak hanya berkontribusi terhadap agenda industrialisasi Indonesia,  tapi juga mendukung upaya global dalam membangun sistem energi yang lebih bersih. Namun kami juga menyadari, pertumbuhan industri membawa tanggung jawab yang besar," ujar Kevin. Saat ini sekitar 85% tenaga kerja di kawasan IWIP berasal dari Maluku Utara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×