kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.916   16,00   0,09%
  • IDX 6.316   -24,37   -0,38%
  • KOMPAS100 833   -6,31   -0,75%
  • LQ45 631   -6,00   -0,94%
  • ISSI 217   -0,64   -0,29%
  • IDX30 355   -2,98   -0,83%
  • IDXHIDIV20 440   -3,74   -0,84%
  • IDX80 95   -0,76   -0,79%
  • IDXV30 118   -0,40   -0,34%
  • IDXQ30 114   -1,06   -0,93%

Grab Tegaskan Tak Bakal Keluar dari Indonesia


Kamis, 04 Juni 2026 / 11:08 WIB
Grab Tegaskan Tak Bakal Keluar dari Indonesia
ILUSTRASI. Grab Indonesia membantah keras isu keluar dari Tanah Air.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grab akhirnya angkat bicara terkait kabar mengenai rencana perusahaan keluar dari Indonesia. CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan bahwa rumor tersebut tidak benar.

Neneng mengungkapkan, pihaknya senantiasa menghormati arahan dan kebijakan pemerintah Indonesia, serta berkomitmen terus berjalan dengan agenda nasional.

"Grab berkomitmen untuk berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan," jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).

Neneng juga menyoroti bahwa Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab. Terutama, mengingat kehadiran Grab di Indonesia telah berlangsung selama lebih dari 10 tahun.

Baca Juga: Samudera Indonesia (SMDR) Buka Rute Baru ke Jepang dan Korea Selatan

Maka ke depan, Grab disebut akan terus mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Tanah Air.

Komitmen Grab selama ini, menurut Neneng, telah tercermin dari kontribusi Grab terhadap sekitar 50% industri ride-hailing dan pengantaran online.

Selain itu, Grab dinilai telah menciptakan 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta program Grab untuk Indonesia dengan nilai lebih dari Rp 100 miliar bagi mitra pengemudi.

Tak hanya sebagai ekosistem, Neneng menyebut Indonesia telah menjadi rumah bagi Grab untuk tumbuh bersama masyarakat.

"Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Asal tahu saja, rumor yang belakangan ini beredar di media sosial tersebut muncul seiring rencana pemerintah memangkas potongan komisi mitra pengemudi menjadi sebesar 8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×