: WIB    --   
indikator  I  

Microsoft: Indonesia masuk yang terekspos malware

Microsoft: Indonesia masuk yang terekspos malware

KONTAN.CO.ID - Microsoft Asia Pasific Kamis (7/9) merilis temuan regional dari Laporan Security Intelligence (SIR), Volume 22. Dalam laporan tersebut dirinci beberapa negara di Asia Pasifik yang paling terekspos oleh program berbahaya. Patut waspada, Indonesia masuk dalam daftar tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Microsoft Asia Pasific mencatat bahwa Januari-Maret, sebanyak satu dari empat komputer di Bangladesh, Kamboja dan Indonesia yang menjalankan produk keamanan real-time Microsoft, mendeteksi adanya serangan malware.

Berikut empat praktik terbaik versi Microsoft Asia Pasific untuk meminimalisir risiko siber dan tetap bertahan dalam lanskap ancaman yang selalu berubah:

- Jangan bekerja di hotspot Wi-Fi umum tempat penyerang dapat “mengintip” komunikasi digital, menangkap detil login dan kata sandi, serta mengakses data pribadi.

- Teratur memperbarui sistem operasi dan program perangkat lunak lainnya untuk memastikan patch terbaru telah diinstal. Hal ini dapat mengurangi risiko eksploitasi kerentanan.

- Mengurangi risiko kompromi kredensial dengan mendidik pengguna tentang mengapa mereka harus menghindari kata kunci sederhana dan menerapkan metode otentikasi multi faktor, seperti satu dari Azure Multi-Factor Authentication (MFA).

- Terapkan kebijakan keamanan yang mengontrol akses kepada data sensitif dan membatasi akses jaringan perusahaan ke pengguna, lokasi, perangkat, dan sistem operasi yang sesuai. Kebijakan ini dapat secara otomatis memblokir pengguna tanpa otorisasi yang tepat atau menawarkan saran yang mencakup pengaturan ulang kata sandi dan penegakan autentikasi multi-faktor.


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Rizki Caturini

BISNIS MICROSOFT

Feedback   ↑ x
Close [X]