INDUSTRI
Berita
PELNI akan menerapkan tiket elektronik

MANAJEMEN KAPAL

PELNI akan menerapkan tiket elektronik


Telah dibaca sebanyak 1071 kali
PELNI akan menerapkan tiket elektronik

JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) akan meluncurkan program mobile check-in bagi penumpang kapalnya. Dengan program ini, pemeriksaan tiket di atas kapal dilakukan secara elektronik. Rencananya, uji coba program akan dimulai pada April 2013.

Daniel Bangonan, Direktur Operasi PELNI ,menjelaskan bulan depan pihaknya baru melakukan soft launching program yang disebut mobile-check in tersebut. "Jadi nanti pemeriksaan tiket sudah tidak manual lagi, tapi di scan barcode-nya," ujar Daniel kepada wartawan di Gedung Dewan Pers, Kamis (28/3).

Daniel menjelaskan percobaan mobile check-in akan dilakukan di KM Labobar pada bulan depan. Dia menargetkan, sampai akhir tahun ini akan ada 3 kapal yang menggunakan sistem serupa. "Targetnya tahun 2015 semua kapal PELNI pakai sistem tersebut," ujarnya.

Manfaat dari sistem mobile check-in adalah, bisa menghindari tiket palsu saat pemeriksaan tiket. Dia juga meyakini dengan sistem tersebut data penumpang akan lebih valid dan dapat dilihat secara real time.

PELNI menargetkan, jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 5,6 juta orang tahun ini. Angka ini naik dari tahun 2012 yang mengangkut 5,21 juta orang.

 

Editor: Asnil Bambani Amri
Telah dibaca sebanyak 1071 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..