: WIB    --   
indikator  I  

PLN: Tidak ada kenaikan TDL atau cabut subsidi

PLN: Tidak ada kenaikan TDL atau cabut subsidi

JAKARTA. Beredar kencangnya kabar kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dibantah oleh PLN. Pasalnya tidak ada kenaikan TDL maupun pencabutan subsidi yang akan dilakukan PLN sesuai dengan mandat pemerintah adalah melakukan subsidi tepat sasaran.

Sarwono Sudarto, Direktur Keuangan PLN mengatakan, untuk pelanggan 900 volt ampere (VA) memang mengalami penyesuaian. Tujuannya adalah untuk mengalihkan subsidi pemerintah untuk sektor infrastruktur dan produktif lainnya. Penghematan dari subsidi tepat sasaran ini akan membuat negara sektor produktif.

" Per kwh yang 900 VA itu akan menjadi sekitar Rp 1.300. Sebelumnya itu pernah di bawah Rp 1.500 per kwh," ujarnya di Jakarta, Senin (12/6).

Dengan penyesuaian subsidi tersebut, nantinya negara mendapatkan penghematan sebesar Rp 2 triliun per bulan. Dana tersebut nantinya bisa dialihkan untuk proyek-proyek infrastruktur lainnya untuk kepentingan masyarakat. 

Pasalnya dalam penentuan TDL, PLN dipengaruhi oleh inflasi, kurs, harga minyak dunia, selama itu stabil maka tidak akan terjadi kenaikan TDL. Dirinya mengatakan, banyak yang salah memahami upaya subsidi tepat sasaran ini tidak terkait dengan kenaikan TDL.

"Kami tidak ada rencana mencabut subsidi, yang ada adalah subsidi tepat sasaran. Ada orang kaya yang punya kotrakan dan kost yang pasang 450va dan 900va dapat subsidi kan tidak bisa," lanjutnya.

Selama ini tarif listrik di Indonesia sudah cukup murah bila dibandingkan dengan negara di kawasan. Asal tahu saja, tarif listrik di Indonesia hanya kalah murah dibandingkan dengan Vietnam yang memang memiliki sumber pembangkit listrik yan lebih murah dibandingkan di Indonesia.

"Kalau dibandingkan dengan Malaysia, Singapura dan Vietnam, kami hanya kalah sedikit dari Vietnam. Tetapi Vietnam karena mereka pakai sumber tenaga air yang memang banyak apalagi mereka memiliki rencana nuklir. Jadi kita dengan banyak pembangkit listrik ini akan lebih efisien," tutupnya


Reporter Andy Dwijayanto
Editor Rizki Caturini

PLN

Feedback   ↑ x
Close [X]