| : WIB | INDIKATOR |

Proyek residensial di kawasan industri semakin marak

Minggu, 11 Maret 2018 / 21:01 WIB

Proyek residensial di kawasan industri semakin marak
ILUSTRASI. Apartemen Kawana Golf Residence

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan proyek-proyek residensial di kawasan industri semakin marak. Pasalnya, kawasan industri yang semakin matang dan banyak pabrik yang beroperasi membuat kebutuhan akan hunian di kawasan industri semakin meningkat.

PT Grahabuana Cikarang merupakan salah satu pengembang yang sedang gencar melakukan pengembangan proyek properti di Kawasan Industri Jababeka. Tidak hanya hunian, perusahaan membangun kawasan terintegrasi yang dilengkapi dengan fasilitas komersial dan pusat ritel.

Grahabuana mengembangkan kawasan Jababeka Residence, yaitu kawasan hunian dan komersial di Jababeka. Perusahaan sedang merencanakan pengembangan Jababeka Golf City seluas 180 hektare (ha), yang merupakan bagian dari Jababeka Residence.

Presiden Direktur Jababeka Residence, Sutedja S. Darmono mengatakan, setelah 30 tahun kawasan industri Jababeka berkembang, sudah lebih dari 1.700 perusahaan multinasional dari 30 negara beroperasi di kawasan dengan total luas 5.600 ha tersebut. "Kami mulai fokus kembangkan kawasan residensial karena industrinya sudah matang, sehingga timbul kebutuhan residensial. Banyak sekali ekspatriat Kontan.co.id, Minggu (11/3).

Sutedja melihat prospek proyek hunian di Jababeka Residence akan semakin besar. Selain dari perkembangan industri, pasar propertinya akan semakin meningkat sejalan dengan banyaknya pembangunan infastruktur ke arah Timur Jakarta. Bahkan nantinya, lanjut dia, di Jababeka akan akan dibangun stasiun MRT.

Saat ini, Jababeka Residence sedang fokus mengembangkan proyek apartemen sewa bertajuk Kawana Golf Residence. Ini merupakan tower pertama hasil kerja sama dengan perusahaan Jepang Creed Group untuk pengembangan lahan 3,7 ha di Jababeka Golf City.

Setelah diluncurkan pada awal 9 Desember 2017, Jababeka Residensial telah berhasil menjual 95% dari total 234 unit Kawana Golf Residence kepada investor. Nantinya, Jababeka Residence akan menyewakan apartemen ini kepada eskspatriat yang bekerja di Jababeka. Pembangunan proyek ini akan dimulai pada Mei 2018 dan ditargetkan rampung dalam 24 bulan.

Pada akhir Maret ini, Jababeka Residence akan meluncurkan proyek baru bertajuk Sport City seluas 21 ha. Di sana akan dikembangkan mega kluster perumahan, apartemen, sarana komersial, ruang terbuka hijau, sarana sport dan lain-lain. Tahap pertama akan dibangun dua kluster perumahan dengan 375 unit dana akan dijual seharga Rp 500-an juta.

Pemain lain, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) juga akan mulai mengembangkan proyek residensial di wilayah kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC). Hermawan Wijaya, Direktur Puradelta bilang, kebutuhan akan hunian di Kota Deltamas akan semakin besar setelah beroperasinya pabrik-pabrik otomotif besar di GIIC.

"Kebutuhan akan hunian akan semakin tinggi dengan beroperasi pabrik-pabrik besar di Deltamas. Kami akan mulai coba lakukan pengembangan residensial, tetapi belum akan terlalu gencar," kata Hermawan, baru-baru ini.

Untuk pengembangan proyek residensial, Puradelta telah membentuk perusahaan patungan bersama Panahome untuk pengembangan 37 ha lahan di Kota Deltamas. Hermwan mengatakan, pengembangan tahap awal proyek akan dimulai pada semester II 2018.

Rencana pengembangan tersebut akan mencapai 1.000 unit hunian yang akan menyasar segmen menengah ke atas. "Tahap pertama akan kami kembangkan 13 ha. Kami harapkan sudah bisa diluncurkan pada semester II mendatang," kata Hermawan.

Di kawasan industri MM2100, PT Sirius Surya Sentosa berencana membangun proyek superblok Vasanta Innopark bernilai Rp 20 triliun. Proyek ini akan dibangun secara bertahan dan tahap pertama, perusahaan akan mengembangan lahan 12 ha menjadi 17 tower yang terdiri dari apartemen, service apartement, kondominium, mal, toko, kantor dan hotel bintang 4.

Target pasar Vasanta Innopark adalah pekerja di Kawasan Industri MM2100. "Kami sudah melakukan studi, bahwa kawasan industri yang diisi 2.000-an bangunan pabrik dan ratusan karyawan di Cikarang membutuhkan hunian di sini," kata Sentosa Reggy Widjaya, Direktur Utama PT Sirius Surya Sentosa.

Perkiraan Sirius Surya, bakal ada 350 perusahaan asal Jepang di Kawasan Industri MM2100. Mayoritas berupa perusahaan otomotif seperti Astra Honda Motor, Toyota, Daihatsu, Kawasaki dan Yamaha. Ratusan perusahaan itu berpotensi menghimpun sekitar 150.000 karyawan.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Dupla Kartini

INDUSTRI PROPERTI

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0538 || diagnostic_web = 0.2147

Close [X]
×