: WIB    —   
indikator  I  

Seimbangkan kualitas dan daya beli telekomunikasi

Seimbangkan kualitas dan daya beli telekomunikasi

JAKARTA. Tak seperti SMS dan voice, tarif data operator telekomunikasi belum memiliki aturan. Itu sebabnya Badan Regulasi Telekomunikasi (BRTI) tengah menyusun revisi Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 tahun 2008 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi Yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Selular.

Komponen tarif data telekomunikasi terdiri dari biaya jaringan, biaya akses internet, biaya langganan, dan komponen profit margin.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, tarif data tersebut nantinya harus affordable bagi pelanggan dan sustainable untuk operator seluler. Operator juga harus bisa memberi opsi pilihan layanan ke pelanggan. "Masyarakat jangan dibuat susah kalau bikin formula," ucap Rudiantara, Selasa (16/5).

Anggota Komisioner Bidang Regulasi dan Hukum BRTI I Ketut Prihadi memberi rumusan soal tarif data yang tengah disusun tersebut, yakni biaya elemen jaringan (network element cost) + biaya aktivitas layanan ritel + profit margin. Biaya elemen jaringan sudah termasuk biaya percakapan dan pesan singkat. Sedangkan profit margin ditentukan operator

Hingga saat ini, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai verifikator independen sedang merampungkan perhitungan data interkoneksi setiap operator. Setelah selesai, tinggal mengecek biaya aktivitas layanan ritel dan meminta profit margin setiap operator.

Data semakin penting

Ketut optimistis, awal Juli tahun ini perhitungan data interkoneksi sudah selesai dan Agustus sudah ada data komplet. Setelah itu langsung pembahasan tarif data ini lebih mendalam. Bila lancar, Desember nanti sudah uji publik. Ia menargetkan, formula tarif data bisa kelar awal tahun depan. Setelah itu, aturan tarif data selesai disusun

Danny Buldansyah, Wakil Direktur Utama Tri menjelaskan, margin tarif data operator seluler itu berasal dari sejumlah aspek. . "Intinya capex, opex dan ISP. Kemudian lihat biaya, harga jual dan baru tmargin," tuturnya, Selasa (16/5). Tahun ini, ia berharap trafik data Tri bisa tumbuh hingga 100% dibandingkan tahun lalu.

Adita Irawati, VP Corporate Communication Telkomsel, berharap tarif data yang tengah disusun bisa terjangkau konsumen, tapi dengan kualitas tidak abal-abal. "Keberlangsungan perusahaan juga bisa terus terjaga" katanya.

Sedangkan Alexander Rusli, Presiden Direktur Indosat, berharap, penerapan tarif tidak menyulitkan operator. "Seperti saat peluncuran produk atau bundling baru," imbuhnya.

Para analis melihat, sejatinya tarif data di Indonesia sudah menurun. Dalam riset 5 Mei lalu, Raymond Kosasih, analis Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia, mengatakan, harga paket data di Indonesia Rp 14-Rp 23 setiap megabyte (Mb). Tahun 2011 harga data Rp 350 per Mb.

Sementara James Sullivan, analis JP Morgan Securities Singapura, menyebutkan, kualitas jaringan operator yang melakukan perang tarif akan menurun. Contohnya Indosat. Mei-Juni 2016 kecepatan unduh 4G Indosat 8,35 Mbps. Di Januari 2017-Maret 2017, kecepatannya tinggal 2,78 Mbps.

Kecepatan XL juga anjlok. Jika Mei-Juni 2016 kecepatan unduh 4G 10,02, mbps, pada Januari 2017 hingga Maret 2017 kecepatan unduh jaringan 4G XL tinggal 5,76 Mbps. Telkomsel juga turun. Dari 16,45 mbps di Mei 2016-Juni 2016 menjadi 14,31 mbps per Januari-Maret 2017.


Reporter Tantyo Prasetya
Editor Rizki Caturini

TELEKOMUNIKASI

Feedback   ↑ x
Close [X]