| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.415
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Semakin turun, impor sapi bakalan masih terkendala aturan rasio

Minggu, 10 Juni 2018 / 11:43 WIB

Semakin turun, impor sapi bakalan masih terkendala aturan rasio
ILUSTRASI. Peternakan sapi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi impor sapi bakalan hingga akhir Mei kembali menurun. Aturan rasio impor satu sapi indukan untuk tiap lima sapi bakalan masih menjadi kendala besar yang menyebabkan minat usaha jadi turun.

Berdasarkan data yang dihimpun Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), hingga 31 Mei, dengan realisasi impor sebesar 161.784 ekor, stok sapi yang kini tersedia sebanyak 136.064 ekor.

Angka ini turun cukup lebar dari catatan periode sama tahun lalu di stok sebanyak 190.388 ekor dan realisasi impor sebanyak 203.503 ekor. Artinya dibandingkan tahun lalu, stok sapi turun 15,02% dan realisasi impor turun hingga 20,5%.

Wakil Ketua Dewan Gapuspindo Didiek Purwanto menjelaskan sejak adanya aturan rasio impor, pengusaha tidak mampu mengoptimalkan kandang karena terbebani sapi indukan yang tidak bisa segera dikeluarkan.

Asal tahu saja, sapi bakalan membutuhkan waktu empat bulan untuk digemukkan sebelum bisa dipotong sedangkan sapi indukan harus dipelihara hingga tiga tahun sebelum bisa menghasilkan anak. Akibatnya terdapat periode selama tiga tahun dimana pengusaha feedloter tergerus beban operasional makan dan kandang yang tidak efisien.

Terlebih lagi, perbankan tidak memberikan solusi yang mumpuni. Pasalnya, keadaan inefisiensi tersebut membuat kredit pinjaman urung keluar karena dinilai terlalu berisiko.

"Akibatnya selama tahun 2018-2019 ini jadi banyak feedloter harus downsize impornya. Bahkan sejak tahun lalu, sudah enam perusahaan feedloter tidak beroperasi lagi," kata Didiek saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (8/8).

Kini jumlah perusahaan yang tergabung dalam Gapuspindo sebanyak 33 feedloter. Menurut Didiek, izin impor yang telah disetujui Kementerian Perdagangan untuk tahun ini adalah sebanyak 400.000 ekor sapi. Ia cukup optimistis dapat mencapai target tersebut walau dihadang persaingan dengan impor daging kerbau.

"Impor daging kerbau India memang pengaruhi harga karena ada persaingan, tapi tetap daging sapi rasanya lebih enak dan bisa untuk kalangan premium," kata Didiek.

Terkait peraturan yang membebani feedloter, Ketua Gapuspindo Joni Liano menyatakan sudah menyampaikan permasalahan feedloter di lapangan kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Ia meminta adanya pertimbangan ulang untuk merubah rasio impor 1:5 tersebut demi menimbang kelangsungan usaha feedloter.

"Kita sudah diajak beberapa kali diskusi, semoga revisi Permennya segera ditandatangani Pak Menteri. Mungkin habis Lebaran kita ketemu lagi," kata Joni.


Reporter: Tane Hadiyantono
Editor: Herlina Kartika

AGRIBISNIS

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0643 || diagnostic_web = 0.3321

Close [X]
×