| : WIB | INDIKATOR |

Tok! RUPTL 2018 – 2027 resmi disahkan

Selasa, 13 Maret 2018 / 22:51 WIB

Tok! RUPTL 2018 – 2027 resmi disahkan
Berita Terkait

Jonan bilang, ini jadi disusun berdasarkan proyeksi. Sementara untuk CODnya setiap pembangkit itu, dicocokan dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik di setiap wilayah.

“Selama ini pemerintah melalui PLN kalau pertumbuhan ekonominya melonjak, mestinya masih cukup. Cadangan di daerah kan paling tidak 30%,” tandasnya.

Proyek HVDC sebatas Opsi

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman mengatakan proyek kabel bawah laut atau High Voltage Direct Current (HVDC) masih menjadi opsi dalam RUPTL 2018 -2027. Ia bilang bahwa pada prinsipnya PLN butuh interkoneksi antara Jawa - Sumatra dan Jawa - Bali.

“Interkoneksi di Sumatera kita targetkan 2026. Sekarang masih kami kaji. Ini kan sudah berjalan, nah sekarang di RUPTL opsinya masih ada,” terangnya.

Sementara untuk opsi High Voltage Alternating Current (HVAC)nya pun masih ada dalam RUPT. Hanya saja, kata Syofvi, PLN masih akan melihat evaluasi lebih dalam lagi dengan kondisi teknologi saat ini.

“Apakah ini akan continue. Tapi prinsip interkoneksi itu tetap harus dilakukan,” tandasnya.


Reporter: Pratama Guitarra
Editor: Yudho Winarto

PEMBANGKIT LISTRIK

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0669 || diagnostic_web = 0.2401

Close [X]
×