kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.028   -156,80   -2,18%
  • KOMPAS100 971   -21,49   -2,16%
  • LQ45 715   -12,10   -1,66%
  • ISSI 251   -5,88   -2,29%
  • IDX30 388   -4,88   -1,24%
  • IDXHIDIV20 483   -4,66   -0,96%
  • IDX80 109   -2,26   -2,03%
  • IDXV30 133   -1,50   -1,11%
  • IDXQ30 127   -1,30   -1,01%

Tok! RUPTL 2018 – 2027 resmi disahkan


Selasa, 13 Maret 2018 / 22:51 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Yudho Winarto

Jonan bilang, ini jadi disusun berdasarkan proyeksi. Sementara untuk CODnya setiap pembangkit itu, dicocokan dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik di setiap wilayah.

“Selama ini pemerintah melalui PLN kalau pertumbuhan ekonominya melonjak, mestinya masih cukup. Cadangan di daerah kan paling tidak 30%,” tandasnya.

Proyek HVDC sebatas Opsi

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman mengatakan proyek kabel bawah laut atau High Voltage Direct Current (HVDC) masih menjadi opsi dalam RUPTL 2018 -2027. Ia bilang bahwa pada prinsipnya PLN butuh interkoneksi antara Jawa - Sumatra dan Jawa - Bali.

“Interkoneksi di Sumatera kita targetkan 2026. Sekarang masih kami kaji. Ini kan sudah berjalan, nah sekarang di RUPTL opsinya masih ada,” terangnya.

Sementara untuk opsi High Voltage Alternating Current (HVAC)nya pun masih ada dalam RUPT. Hanya saja, kata Syofvi, PLN masih akan melihat evaluasi lebih dalam lagi dengan kondisi teknologi saat ini.

“Apakah ini akan continue. Tapi prinsip interkoneksi itu tetap harus dilakukan,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×