kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.135   21,00   0,12%
  • IDX 7.492   33,02   0,44%
  • KOMPAS100 1.036   6,45   0,63%
  • LQ45 745   -1,30   -0,17%
  • ISSI 271   2,06   0,77%
  • IDX30 400   -0,76   -0,19%
  • IDXHIDIV20 486   -4,06   -0,83%
  • IDX80 116   0,41   0,36%
  • IDXV30 135   -0,20   -0,15%
  • IDXQ30 128   -1,10   -0,85%

10 BUMN Bakal Kelola Food Estate di Papua


Rabu, 12 Mei 2010 / 13:35 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Sepuluh BUMN akan ikut masuk dalam mengelola budidaya tanaman pangan dalam skala luas (food estate) di Merauke.

Sepuluh BUMN tersebut diantaranya adalah Bulog, PT Sang Hyang Seri, Pertani, PT Pusri, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim, Pupuk Kujang, Jasa Tirta I dan Jasa Tirta II.

“Anak perusahaan ke-10 BUMN itu sudah berkantor di Merauke dan saat ini sedang dalam tahap kajian. Saya belum tau kapan realisasinya,” kata Agus.

Deputi Agro Industri, Percetakan, Perkebunan dan Penerbitan Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Agus Pakpahan menyatakan, 10 BUMN tersebut akan membentuk badan usaha baru untuk mengembangkan tanaman pangan berbasis beras.

Anak usaha kesepuluh BUMN tersebut bakal diberi nama PT Energi Padi Nusantara (EPN). Nantinya, EPN akan secara langsung berinvestasi dalam food estate dengan cara membentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP). EPN akan membentuk BUMP setiap 10.000 hektate (ha).

EPN juga akan mengelola bahan baku sekam untuk pembangkit listrik berbahan bakar sekam. Pasalnya, PT Kujang Cikampek akan membuat pembangkit dengan bahan bakar sekam yang akan dibangun di pabriknya.

Sayangnya, Agus enggan membeberkan secara rinci soal pembangunan pembangkit sekam tersebut karena masih dalam tahap kajian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×