kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

18 perusahaan tekstil rumahkan 30.000 pekerja


Kamis, 01 Oktober 2015 / 18:09 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pengusaha tekstil yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyebutkan, sebanyak 30.000 pekerja telah dirumahkan sejak awal tahun 2015. Lesunya perekonomian saat ini dinilai sebagai biang keladi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Sejak Lebaran (sudah terjadi PHK). Awalnya itu 6.000 karyawan, kemudian bertambah hingga 30.000 orang," ujar Sekretaris Jenderal API Ernovian G Ismi di Jakarta, Kamis (1/10).

Dia melanjutkan, berdasarkan data yang tercatat dalam API, 30.000 pekerja yang dirumahkan tercatat berasal dari 18 perusahaan tekstil. Angka itu bisa saja lebih besar karena banyak perusahaan tekstil yang tidak melapor atas keputusan merumahkan pekerja itu.

Menurut dia, perusahaan-perusahaan itu memang terbebani biaya produksi yang tinggi karena bahan baku terkerek akibat nilai tukar tukar rupiah yang terus-terusan melemah.

Seperti diketahui, sebagian besar bahan baku tekstil, yaitu kapas, harus didapatkan dengan impor. Selama ini, kata dia, 40% kapas disimpan di Malaysia. Nilainya mencapai US$ 420 juta per tahun.

Menurut Ismi, hal itu sudah berjalan 30 tahun. Setiap tahun, Indonesia mengimpor kapas sekitar 700.000 ton dengan nilai mencapai US$ 1,4 miliar. Dari kebutuhan itu, 300.000 ton kapas diimpor dari Malaysia. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×