kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.016,36   10,57   1.05%
  • EMAS980.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

187 SPKLU sudah siap layani kendaraan listrik, ini lokasi persebarannya


Jumat, 15 Oktober 2021 / 08:03 WIB
187 SPKLU sudah siap layani kendaraan listrik, ini lokasi persebarannya
ILUSTRASI. SPKLU tersebar di 155 lokasi di seluruh Indonesia.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebanyak 187 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sudah beroperasi menurut catatan Kementerian ESDM hingga September 2021 ini. SPKLU tersebut tersebar di 155 lokasi di seluruh Indonesia.

“Sebagai informasi per September 2021 sudah ada 187 unit SPKLU di 155 lokasi," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana dalam siaran pers.

Lebih lanjut Rida menuturkan, pembangunan SPKLU sudah tersebar di Pulau Jawa, Pulau Sumatra, dan Pulau Sulawesi. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah unit SPKLU paling banyak, yaitu 83 unit yang tersebar di 63 lokasi.

Sementara itu, jumlah SPKLU di Jawa Barat mencapai 29 unit SPKLU di 29 lokasi, Jawa Tengah dan DIY sebanyak 18 unit di 16 lokasi, dan Banten mencapai 15 unit di 12 lokasi. Selain itu, terdapat pula SPKLU di Jawa Timur, Bali dan NTB dengan rjumlah 29 unit di 23 lokasi, Sumatra mencapai 7 unit di 7 lokasi, dan Sulawesi mencapai 6 unit di 5 lokasi. 

Baca Juga: Dorong konsumsi listrik, PLN siapkan diskon tarif isi daya kendaraan listrik

"Memang Pulau Jawa masih dominan. tapi sudah ada di Sumatra hingga paling timur itu ada di Sulawesi. Ini semua bergerak terus karena bisnis ini saling tunggu. Yang beli mobil menunggu SPKLU, yang bangun SPKLU nunggu orang beli mobil dulu," kata Rida.

Selain SPKLU, telah terbangun pula 153 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Letaknya tersebar di 86 lokasi (Jakarta dan Tangerang).

Rida menuturkan, percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) telah mempunyai payung hukum tersendiri. Aturan ini tercantum dalam Peraturan Menteri EDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk KBLBB. 

“Dalam permen tersebut mengatur standar dan keselamatan, bisnis proses atau ketentuan ketenagalistrikan, dan tarif tenaga listrik," imbuh Rida.

Baca Juga: Kejar pengembangan SPKLU dan SPBKLU, Kementerian ESDM mudahkan proses perizinan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×