kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

2011, Permintaan Perkantoran dan Hunian Melonjak


Selasa, 18 Mei 2010 / 20:22 WIB


Reporter: Nadia Citra Surya |

JAKARTA. Berdasarkan riset Coldwell Banker Commercial, permintaan akan ruang perkantoran bakal meningkat 100% tahun 2011 mendatang. Tingkat hunian pun diperkirakan akan mencapai level 88,52% tahun depan. Pada kuartal I 2010, okupansi rata-rata ruang perkantoraan di Jakarta berkisar 87,57%.

Laily Syamsiar, Bussines Development Manager dari lemba riset properti Coldwell Banker Commercial Indonesia menyebutkan sejumlah kota di luar Jakarta yang kini mulai dibidik pengembang untuk pembangunan perkantoran. "Misalnya saja di Tangerang, Surabaya, Medan, dan Pekanbaru," kata Laily, Selasa (18/5).

Optimisme para pengembang untuk membuka perkantoran di daerah tersebut bukan tanpa alasan. Selain kondisi makro ekonomi tengah membaik, demand yang dibidik untuk menyerap pasokan ruang perkantoran di daerah pun tersedia.

Ia mengatakan pemulihan ekonomi yang membuat berbagai industri perkebunan dan pertambangan aktif kembali membuat peluang kebutuhan akan perkantoran di daerah terus meningkat. "Permintaan dari pengembang untuk mengadakan studi kelayakan di lokasi yang di bidik terus meningkat belakangan ini," ujar Laily.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×