kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Rupiah Melemah, Blue Bird (BIRD) Siapkan Strategi Jaga Margin Keuntungan


Senin, 25 Mei 2026 / 17:53 WIB
Rupiah Melemah, Blue Bird (BIRD) Siapkan Strategi Jaga Margin Keuntungan
ILUSTRASI. Konvoi Transformasi Bluebird (Tribunnews/Jeprima)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten transportasi PT Blue Bird Tbk (BIRD) turut mewanti-wanti potensi kenaikan harga komponen transportasi di tengah pelemahan kurs rupiah.

Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono mengatakan, perusahaan masih memantau kondisi makroekonomi dalam menilai dampak pelemahan rupiah ke kinerja Blue Bird.

Hingga saat ini, tekanan terhadap margin dan profitabilitas perusahaan disebut masih terkendali. Hal ini seiring sebagian besar pengadaan armada dan kebutuhan operasional Blue Bird dilakukan secara lokal, sehingga eksposur terhadap mata uang asing relatif kecil.

Baca Juga: Halodoc Fokus Keberlanjutan Bisnis dan AI pada 2026

Namun, secara jangka panjang, menurut Adrianto pelemahan kurs mata uang Garuda saat ini dinilai dapat memengaruhi pola mobilitas masyarakat. 

"Pada dasarnya, tentu ada beberapa komponen yang berkaitan dengan industri transportasi yang dapat terdampak pelemahan rupiah dan berpotensi memicu kenaikan harga," ujarnya kepada Kontan, Jumat (22/5/2026).

Untuk itu, Blue Bird terus melakukan pengelolaan biaya secara disiplin agar dapat menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan kualitas layanan.

"Langkah yang dilakukan antara lain optimalisasi utilisasi armada dan efisiensi operasional berbasis teknologi," jelas Adrianto.

Menurutnya, penyesuaian kapasitas dan penempatan armada secara lebih presisi di titik-titik permintaan terus dilakukan pihaknya dengan monitoring yang terintegrasi. 

Dari sisi pengalaman pelanggan, Blue Bird juga memperkuat akses layanan di berbagai kanal pemesanan dan metode pembayaran untuk menjaga permintaan.

Adrianto memastikan, layanan juga tetap berada pada level optimal, sehingga kinerja perusahaan dapat tetap terjaga di tengah dinamika yang terjadi.

Meski di tengah kondisi ini, Blue Bird mengaku tetap menjalankan rencana ekspansi armada secara bertahap sesuai kebutuhan operasional dan permintaan pasar.

Baca Juga: Malindo Feedmill (MAIN) Bukukan Laba Bersih Rp 123,27 Miliar Kuartal I-2026

Namun demikian, Adrianto bilang pihaknya terus memperhatikan perkembangan kondisi ekonomi dan dinamika pasar secara berkala agar ekspansi tetap dilakukan dengan cermat.

"Saat ini, fokus kami adalah menjaga fundamental bisnis tetap kuat melalui pengelolaan operasional yang disiplin serta menjaga kualitas layanan kepada pelanggan," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×