kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

2030, perekonomian Indonesia menggeliat US$ 5,1 T


Selasa, 05 Oktober 2010 / 12:01 WIB


Reporter: Gloria Haraito |

JAKARTA. Yayasan Indonesia Forum (YIF) memperkirakan penduduk Indonesia pada tahun 2030 akan mencapai 286,1 juta jiwa, tumbuh lebih dari 50 juta jiwa dari jumlah penduduk saat ini yang sekitar 233 juta jiwa. "Hal ini akan membuat perekonomian Indonesia mencapai US$ 5,1 triliun," ujar Chairul Tanjung dalam orasi Visi Indonesia 2030 dalam Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-47, di Dramaga Bogor, Selasa (5/10). Visi Indonesia 2030 merupakan proyeksi ekonomi yang dirancang oleh Yayasan Indonesia Forum (YIF).

Di saat itu, menurut Chairul, perekonomian India diperkirakan akan mencapai US$ 17 triliun, Uni Eropa US$ 20,7 triliun, AS US$ 26,1 triliun, dan China US$ 28,2 triliun. Saat ini Indonesia masih termasuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah ke bawah. Posisi ini diperkirakan akan bertahan hingga 2015. Proses industrialisasi akan menjadi pendorong ekonomi Indonesia memasuki kelompok negara maju.

Untuk mencapai proyeksi itu, YIF memandang Indonesia perlu mengelola sumber daya alam secara baik. YIF optimis hal ini bisa terwujud mengingat Indonesia memiliki tambang emas dan tembaga terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki batubara dan kelapa sawit yang jumlahnya signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×