kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

2030, perekonomian Indonesia menggeliat US$ 5,1 T


Selasa, 05 Oktober 2010 / 12:01 WIB


Reporter: Gloria Haraito

JAKARTA. Yayasan Indonesia Forum (YIF) memperkirakan penduduk Indonesia pada tahun 2030 akan mencapai 286,1 juta jiwa, tumbuh lebih dari 50 juta jiwa dari jumlah penduduk saat ini yang sekitar 233 juta jiwa. "Hal ini akan membuat perekonomian Indonesia mencapai US$ 5,1 triliun," ujar Chairul Tanjung dalam orasi Visi Indonesia 2030 dalam Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-47, di Dramaga Bogor, Selasa (5/10). Visi Indonesia 2030 merupakan proyeksi ekonomi yang dirancang oleh Yayasan Indonesia Forum (YIF).

Di saat itu, menurut Chairul, perekonomian India diperkirakan akan mencapai US$ 17 triliun, Uni Eropa US$ 20,7 triliun, AS US$ 26,1 triliun, dan China US$ 28,2 triliun. Saat ini Indonesia masih termasuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah ke bawah. Posisi ini diperkirakan akan bertahan hingga 2015. Proses industrialisasi akan menjadi pendorong ekonomi Indonesia memasuki kelompok negara maju.

Untuk mencapai proyeksi itu, YIF memandang Indonesia perlu mengelola sumber daya alam secara baik. YIF optimis hal ini bisa terwujud mengingat Indonesia memiliki tambang emas dan tembaga terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki batubara dan kelapa sawit yang jumlahnya signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×