kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

9 Pengolahan nikel akan beroperasi tahun ini


Senin, 12 Mei 2014 / 11:51 WIB
ILUSTRASI. Aturan perjalanan dalam negeri saat ini masih mengacu pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 24 Tahun 2022. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal


Sumber: Bloomberg | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Sembilan pabrik pengolahan (smelter) nikel diproyeksikan selesai dibangun tahun ini. Pembangunan smelter itu dilakukan setelah pemerintah Indonesia melarang ekspor bijih nikel mentah sejak bulan Januari lalu.

Sebagaimana diketahui, dampak dari larangan ekspor bijih mentah tambang termasuk nikel itu membuat harga nikel naik melambung ke level tertinggi sejak 2012 .

Smelter yang akan beroperasi itu diantaranya dua pabrik feronikel dan tujuh pengolahan alias smelter nikel. Selain itu, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, ada juga satu pabrik kimia alumina kimia yang dijadwalkan selesai dibangun tahun ini.

Sebagaimana diketahui, Indonesia berusaha meningkatkan mendorong pembangunan industri hilir tambang dengan melarang ekspor bahan tambang mentah.

Setidaknya ada 63 smelter yang akan dibangun sampai tahun 2017, termasuk 40 pabrik nikel, 10 smelter bijih besi dan empat smelter tembaga katoda.

R. Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian KESDM bilang, pekerjaan konstruksi di 30 smelter yang sedang dibangun diperkirakan sudah mencapai 80% dan bisa mencapai 100% tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×