kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

ABM Investama (ABMM) anggarkan belanja modal US$ 90 juta


Jumat, 03 Januari 2020 / 18:07 WIB
ABM Investama (ABMM) anggarkan belanja modal US$ 90 juta
ILUSTRASI. Kawasan tambang batubara PT ABM Investama Tbk di Kalimantan Selatan.

Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ABM Investama Tbk menyiapkan dana sebesar US$ 90 juta untuk belanja modal atawa capital expenditure (capex) di 2020.

Direktur ABM Investama Adrian Erlangga mengatakan, dana capex tersebut akan dialokasikan untuk pemeliharaan perangkat.

"Rencana belanja modal di 2020 sebesar US$ 90 juta dan sebagian besar untuk pemeliharaan perangkat," kata dia kepada Kontan.co.id, Jumat (3/1).

Baca Juga: Musim hujan tiba, operasional tambang ABM Investama (ABMM) tetap berjalan normal

Untuk sumber pendanaan untuk capex 2020 akan berasal dari internal, termasuk semua capex yang belum terealisasi tahun lalu.

Asal tahu saja, hingga Desember 2019, serapan capex perusahaan yang memiliki kode emiten ABMM ini hanya 55% dari total capex yang dianggarkan sebanyak US$ 60 juta.

Minimnya serapan capex ABMM karena keberhasilan efisiensi yang dilakukan perusahaan. Efisiensi yang dimaksud adalah upaya memperpanjang usia alat berat.

Di sisi lain, hingga kuartal ketiga 2019, kinerja keuangan ABMM kurang mumpuni. Mengingat, pendapatan ABMM turun 23,74% year on year (yoy) menjadi US$ 443,41 juta. Ini membuat laba bersih ABMM juga ikut tergerus 62,66% dari US$ 30,24 juta di kuartal III-2018 menjadi US$ 11,29 juta di kuartal III-2019.

Baca Juga: Strategi sejumlah perusahaan batubara mengantisipasi dampak musim hujan tahun ini

Direktur ABMM Adrian Erlangga bilang, penurunan harga batubara cukup mempengaruhi hasil kinerja keuangan perusahaan. Sekadar pengingat, harga batubara acuan (HBA) di bulan September berada di level US$ 65,79 per metrik ton. Padahal, September 2018, HBA masih berada di level US$ 104,81 per metrik ton.

Kendati demikian, Adrian mengungkapkan, produksi batubara ABM Investama di akhir 2019 bisa mencapai 12 juta ton. Ini membuat target produksi batubara di tahun ini naik menjadi 15 juta ton.

Demi merealisasikan target tersebut, ABMM akan menerapkan konsep mining value chain. "Kami mengoperasikan tambang end-to-end sehingga kemampuan bertahan kami lebih baik," pungkas Adrian.




TERBARU

Close [X]
×