kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.991   56,09   0,71%
  • KOMPAS100 1.128   11,36   1,02%
  • LQ45 818   2,79   0,34%
  • ISSI 282   4,00   1,44%
  • IDX30 426   -0,28   -0,07%
  • IDXHIDIV20 512   -3,01   -0,58%
  • IDX80 126   0,93   0,75%
  • IDXV30 139   0,00   0,00%
  • IDXQ30 139   -0,53   -0,38%

Ada 6-8 kawasan industri di proyek JSS


Kamis, 11 Juli 2013 / 13:37 WIB
Ada 6-8 kawasan industri di proyek JSS
ILUSTRASI. Ada 3 kendala proyek kereta cepat Jakarta Bandung yang membuat target jadwal commercial operation date (COD) mundur ke Juni 2023.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, menegaskan, proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) tidak akan layak secara finansial jika tidak didukung pengembangan di kawasan sekitarnya.

Itu sebabnya, pemerintah telah merencanakan pembangunan Kawasan Strategis dan Infrastaruktur Selat Sunda (KSISS) yang ada di Banten dan Lampung.

"Pemerintah atas usulan Pemda akan membangun kawasan industri. Ada sekitar 6-8 kawasan industri yang akan dikaji," kata Hidayat kepada wartawan di Kementerian Koordinator Perekonomian, Kamis (11/7).

Dia bilang, kepastian kawasan industri tersebut akan diputuskan berbarengan dengan kepastian studi kelayakan yang akan ditentukan pada pekan depan.

Pada pekan depan, lanjut Hidayat, akan dipastikan berapa luas KSISS dan daerah mana saja yang akan dijadikan kawasan industri.

Dia bilang, nantinya pihak pemrakarsa proyek dan BUMN yang mengerjakan studi kelayakan akan dapat prioritas untuk kelola kawasan industri tersebut. "Prosesnya tetap tender (pengelola kawasan industri) tapi pemrakarsa dan BUMN akan diprioritaskan," jelas Hidayat.

Hidayat meyakini, proyek KSISS termasuk JSS dapat dimulai pembangunannya pada pertengahan tahun 2014 sebelum ganti Presiden baru."Kami harapkan tahun 2014 saat pemerintahan berakhir sudah bisa ground breaking. Karena yang saya dengar dulu itu janji kampanyenya bapak (Presiden)," kata Hidayat sambil sedikit tertawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×