kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ada ojek online, penumpang angkutan kota turun 40%


Senin, 21 Desember 2015 / 19:41 WIB
Ada ojek online, penumpang angkutan kota turun 40%


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Umum DPP Organda Andrianto Djokosoetono menyebut ojek 'online' berdampak pada penurunan jumlah penumpang angkutan kota. Jumlah tersebut mencapai 40%.

"Efek dari ojek online itu, berdasar suara DPD dan DPC berdampak langsung pada angkutan lingkungan dan mikro bus (angkutan kota). Untuk kedua jenis angkutan jumlah penumpang turun hingga 40%," kata Andrianto di kantor DPP Organda, Jakarta Selatan, Senin (21/12).

Apalagi, lanjut Andrianto, antar perusahaan ojek 'online' sedang melakukan perang harga (price war). Sehingga, juga berdampak langsung pada minat warga memilih angkutan umum.

"Terutama ojek online ini kan sedang price war di antara mereka. Yang satu bilang Rp 10 ribu, satu lagi bilang Rp 5 ribu. Nanti besok-besok Anda naik, Anda dibayar," keluh Andrianto.

Dengan begitu, Andrianto berharap pemerintah dapat mendengar keluhan dari pemilik angkutan umum.

Pasalnya, dampak tersebut dirasakan langsung oleh pemilik angkutan umum, khususnya di Jakarta dan kota-kota yang ada ojek online. (Kahfi Dirga Cahya)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×