kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.564   1,00   0,01%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ada pembatasan ITRC, Darmin: Indonesia akan ekspor 100.000 ton karet


Rabu, 06 Maret 2019 / 15:04 WIB
Ada pembatasan ITRC, Darmin: Indonesia akan ekspor 100.000 ton karet


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Per April 2019 Indonesia, Thailand dan Malaysia yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) sepakat memotong skema pengaturan ekspor alias Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) menjadi 240.000 ton selama empat bulan.

"Tetapi Thailand minta berlaku setelah kabinet baru terbentuk," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Rabu (6/3).

Dalam kesepakatan tersebut, kata Darmin, Indonesia akan mengekspor sekitar 100.000 ton, sedangkan Thailand sekitar 120.000 ton, dan Malaysia sekitar 20.000 ton. Hal ini dilakukan untuk mengerek harga karet yang masih tertekan.

Selain pengendalian untuk ekspor, Darmin juga saat ini fokus untuk perbaikan stok dalam negeri.

"Terlepas dari itu, kita mau membentuk stok dalam negeri sekaligus penggunaan karet untuk pembangunan jalan," ujar 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×