kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ada potensi 10 tcf di Blok Mahakam, SKK Migas siap dorong Pertamina


Kamis, 10 Oktober 2019 / 16:53 WIB

Ada potensi 10 tcf di Blok Mahakam, SKK Migas siap dorong Pertamina
ILUSTRASI. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. SKK Migas siap memberikan dorongan bagi PT Pertamina untuk peningkatan investasi di Blok Mahakam menyusul adanya potensi cadangan 10 triliun kaki kubik (tcf).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, diperlukan peningkatan investasi pada blok-blok di wilayah Kalimantan Timur. "Selain cadangan, tidak perlu lagi membangun infrastruktur lain karena (sudah) ada LNG Plant Bontang," sebut Dwi, ditemui di Kantor SKK Migas, Kamis (10/10).

Baca Juga: Pertamina Siapkan Belanja Modal Rp 47,62 Triliun

Dwi menambahkan, perkembangan pesat yang dialami industri di Kalimantan Timur juga menjadi pendorong dalam kegiatan produksi migas di Blok Mahakam. Masih menurut Dwi, sejumlah faktor pendukung yang ada menjadi peluang dalam monetisasi potensi cadangan.

Adapun, saat ini Pertamina dan SKK Migas terus melakukan diskusi guna mendorong investasi pada Blok Mahakam. Namun, menurut Dwi, hingga akhir tahun ini produksi Pertamina Hulu Mahakam belum akan meningkat. "Tahun depan lah, dengan pengeboran yang lebih banyak lagi," jelas Dwi.

Mengutip catatan Kontan.co.id, Pertamina Hulu Mahakam merencanakan pengeboran dua sumur eksplorasi pada tahun 2020 mendatang. Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu yang ditemui di Jakarta memastikan hal tersebut. "Pada tahun depan di kuartal III, kalau berhasil potensinya bisa ekonomis," ungkap Dharmawan, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Dharmawan menuturkan, pengeboran dua sumur ini direncanakan menembus lapisan yang lebih dalam dari target yang ada. Sayangnya, Dharmawan belum bisa merinci mengenai rencana tersebut.

Yang terang, kedua proyek ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi PHM. Dharmawan menilai, upaya eksplorasi sangat dibutuhkan pada lapangan-lapangan tua, termasuk yang dimiliki oleh PHM. "Dengan teknologi yang lebih maju, untuk PHM dengan high pressure dan high temperature," jelas Dharmawan.

Baca Juga: Pertamina Group raih sembilan penghargaan Subroto Award 2019

Masalah rig sendiri telah teratasi, sebab sejauh ini PHM telah memiliki 5 rig. Pertamina berharap, upaya yang dilakukan PHM dapat menghasilkan potensi yang bisa dikembangkan supaya produksi tetap terjaga hingga tahun 2038 mendatang. 


Reporter: Filemon Agung
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan


Close [X]
×