kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.065   -12,00   -0,07%
  • IDX 5.645   -194,56   -3,33%
  • KOMPAS100 746   -25,60   -3,32%
  • LQ45 563   -17,70   -3,05%
  • ISSI 197   -6,15   -3,02%
  • IDX30 319   -9,64   -2,93%
  • IDXHIDIV20 395   -11,96   -2,94%
  • IDX80 85   -2,53   -2,90%
  • IDXV30 108   -3,48   -3,12%
  • IDXQ30 103   -3,09   -2,91%

Ada potensi batubara di Kolaka Timur


Sabtu, 07 Mei 2016 / 14:25 WIB


Sumber: Antara | Editor: Adi Wikanto

Kendari. Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, yang merupkan daerah otonomi baru sejak 2013 ternyata menyimpan sumber daya alam yang tidak kalah dengan daerah lain khususnya tambang batubara.

Sekretaris Daerah Kolaka Timur Muhammad Iqbal Tongasa, bilang, Bupati Kolaka Timur Tony Herbiansyah bersama sejumlah pejabat lingkup Pemkab Koltim sejak beberapa hari lalu telah melakukan survei dan meninjau langsung ke Desa Tawanga Kecamatan Uluiwoi, Kolaka Timur. "Untuk memastikan keberadaan batubara," kata Iqbal, Sabtu (7/5).

Di lokasi penemuan tambang batubara ini, Bupati Kolaka timur Tony Herbiansyah berjanji, agar kekayaan alam ini dapat dikelola dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kolaka Timur, khususnya masyarakat sekitar tambang.

"Kita ingin, kekayaan alam yang ada didaerah kita ini, dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan seluruh masyarakat," ujar Tony yang baru saja dilantik 25 Maret 2016 menjadi bupati defenitif paca daerah itu menjadi daerah otonomi baru (DOB) 2013 lalu.

Hamrin, salah seorang warga Tawanga yang juga pemilik kebun tempat penemuan tambang batubara ini, sangat mengapresiasi kunjungan bupati yang rela berjalan kaki ke lokasi tersebut hanya demi memastikan keberadaan tambang ini. "Kami warga disini, sangat yakin bapak bupati rela jauh-jauh kemari melihat tambang ini, karena beliau ingin kami bisa lebih maju dan sejahtera dengan kehadiran tambang ini kalau nantinya sudah diolah," ujarnya.

Menurut pengakuan warga, sampel tambang batubara itu sudah beberapa kali diteliti Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara. Diharapkan setelah ada pengakuan dari pihak akademisi akan mendorong proses pengolahan selanjutnya.

(Azis Senong)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×