Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menilai ketahanan energi nasional saat ini berada dalam posisi rentan di tengah tingginya risiko geopolitik global.
Ketergantungan Indonesia pada pasokan energi impor yang sangat tinggi dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional jika terjadi disrupsi pada rantai pasok global.
Eddy menjelaskan, meskipun porsi impor minyak mentah (crude) dari kawasan Timur Tengah tercatat sebesar 20%, pasokan BBM olahan sebagian besar justru berasal dari negara tetangga. Namun, pasokan olahan tersebut sejatinya tetap bermuara dari wilayah konflik kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) Kejar Pertumbuhan Kinerja 2026, Ini Strateginya
"Dan minyak mentah itu 20% dari Timur Tengah, memang betul. Tetapi kita juga import BBM, dari mana? Dari Singapura, dari Malaysia. Itu 80% dari BBM kita datangnya dari Singapura, dari Malaysia. Singapura, Malaysia ngambilnya dari mana? Ya dari Timur Tengah," ujarnya dalam acara Kompas.com Talks: Reformasi Subsidi Energi, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ia memperingatkan, kemacetan pasokan di Timur Tengah secara otomatis akan berdampak langsung pada ketersediaan BBM di dalam negeri. Sementara itu, untuk komoditas LPG, Indonesia juga masih sangat bergantung pada pasokan impor dari kawasan Amerika Serikat.
"LPG kita, LPG 90% kita dari Amerika impornya. Jadi kita harus baik-baik sama Amerika. Jangan sampai nanti Amerika marah, wah di-stop nanti LPG kita. Oleh karena itu kita sekarang hari ini bicaranya adalah bukan availability of supply, tetapi reliability of supply," tambahnya.
Eddy menegaskan, ketegangan geopolitik saat ini membuat harga acuan pasar seperti Brent sebesar US$ 88 tak lagi mencerminkan harga riil di lapangan karena transaksi kini dikenakan harga premium.
Menurutnya, lonjakan harga beli ini berpotensi besar memberikan tekanan yang cukup berat bagi kondisi fiskal negara.
"Ini juga akan jadi masalah kalau kita kemudian impornya besar, terutama memberikan tekanan pada fiskal. Meskipun masih fine hari ini, tetapi bukan berarti tidak," tandasnya.
Baca Juga: Sterilisasi Pelabuhan Jadi Andalan ASDP Pangkas Antrean dan Percepat Layanan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
