kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Adaptasi digital masyarakat Indonesia dinilai cepat selama pandemi Covid-19


Sabtu, 12 September 2020 / 22:40 WIB
Adaptasi digital masyarakat Indonesia dinilai cepat selama pandemi Covid-19


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Aino Indonesia, perusahaan pembayaran elektronik terintegrasi mengamati terjadi perubahan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang cukup signifikan dalam enam bulan terakhir semenjak pandemi menerpa Indonesia.

Segala keterbatasan yang masyarakat hadapi di tiga bulan awal masa beraktivitas di rumah saja, membuat masyarakat cepat mengadaptasi kebiasaan baru di berbagai lini kehidupan. Salah satu adaptasi yang cepat diadopsi adalah mulai melibatkan teknologi dalam aktivitas harian, seperti menggunakan layanan konferensi video untuk bekerja atau belajar dari rumah.

Survei menunjukkan bahwa pergeseran pola bekerja dan belajar ini akan tetap terjadi selama beberapa waktu ke depan meskipun pandemi berakhir, yang mana 77% pekerja tetap ingin untuk bekerja dari rumah karena merasa sama produktifnya dengan bekerja di kantor.

Revolusi kebiasaan masyarakat juga terjadi di pola berbelanja dan bagaimana melakukan pembayaran. Berdasarkan analisa yang Aino Indonesia lakukan terhadap pola pembayaran yang dilakukan masyarakat melalui media pembayarannya, konsumen saat ini lebih memilih untuk melakukan pembayaran nontunai, yang mana penggunaan pembayaran digital sejumlah 56% di Indonesia.

Baca Juga: Tutup akses ke payment gateway, AFPI yakin bisa basmi fintech ilegal

Berdasarkan prediksi Boston Consultant Group, pembayaran digital akan semakin diminati masyarakat dari 47% saat ini hingga 84% di tahun 2025 di Asia Tenggara. Meningkatnya pembayaran digital ini dirasakan masyarakat lebih aman dan nyaman di tengah pandemi karena tidak ada sentuhan fisik dengan uang tunai, pembayaran juga dirasa lebih cepat hanya menggunakan perangkat telepon pintar dan laptop yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.

Meningkatnya pembayaran digital ini juga seiring dengan semakin meroketnya minat belanja online oleh masyarakat. Berdasarkan data dari MarkPlus.inc tercatat peningkatan belanja online dari 4,7% sebelum pandemi menjadi 28,9% di masa pandemi. Data Redseer menambahkan terdapat 51% masyarakat yang baru pertama kali berbelanja online di masa pandemi ini.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembayaran elektronik, Aino Indonesia menyambut baik semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan berbagai teknologi digital. Pandemi mengubah banyak kebiasaan masyarakat, sehingga mengubah preferensi masyarakat terhadap sesuatu. "Percepatan adopsi digital ini mengubah lanskap bisnis, sehingga menuntut banyak pelaku usaha untuk secepatnya beradaptasi memenuhi preferensi konsumen yang berevolusi," kata Hastono Bayu, CEO Aino Indonesia.

Baca Juga: Selain untuk Berhalo-halo, Bisa juga buat Foto-Foto

Hastono bilang, Aino Indonesia sebagai perusahaan yang berbasis pengembangan riset berusaha memberikan contoh dengan menyediakan berbagai inovasi produk untuk memenuhi preferensi konsumen di Indonesia.

Setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibuka oleh pemerintah dan digiatkannya kembali roda ekonomi, masyarakat menyambut baik inisiatif tersebut. Hal ini terlihat dari semakin besarnya keinginan masyarakat untuk kembali berwisata setelah jenuh beberapa bulan hanya beraktivitas di rumah.

Selanjutnya: Diumumkan Minggu besok, Anies beberkan garis besar PSBB Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×