kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45886,18   -14,64   -1.62%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Adaro Power Kembali Lanjutkan Eksekusi Proyek EBT pada Tahun Ini


Jumat, 19 April 2024 / 18:23 WIB
Adaro Power Kembali Lanjutkan Eksekusi Proyek EBT pada Tahun Ini
ILUSTRASI. PT Adaro Power kembali akan menyelesaikan dan mengembangkan beberapa proyek pembangkit listrik berbasis EBT


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2024 ini, PT Adaro Power kembali akan menyelesaikan dan mengembangkan beberapa proyek pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).

Dharma Djojonegoro selaku Presiden Direktur PT Adaro Power pada tahun 2023 lalu sempat mengatakan bahwa untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dikembangkan perusahaan akan diprioritaskan di empat wilayah yaitu di Batam, Karimun, dan Kepulauan Riau.

“Adaro telah mulai mengembangkan proyek energi terbarukan sejak tahun 2018 dengan memasang 130 kWp Photovoltaic (PV) Rooftop di Kelanis, Kalimantan Tengah, untuk melayani kebutuhan listrik kegiatan operasional. Selanjutnya, Adaro melakukan pengembangan dengan menambahkan kapasitas 468 kWp PLTS dengan sistem terapung (floating),” ungkap Dharma kepada Kontan, Kamis (18/04).

Baca Juga: Adaro Energy Pacu Efisiensi Energi Pakai PLTS Terapung

Kemudian, Dharma menambahkan PT Adaro Power dan PT Adaro Clean Energy Indonesia di tahun ini juga akan terus mengembangkan inisiatif hijau Group Adaro. Tercatat dari produksi solar PV MSW di Kelanis pada tahun 2023 yang telah mencapai 793,76 MWh. 

Selain PLTS, Adaro Energi juga akan melanjutkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

“Adaro bersama Total Eren, dan PJBI telah menandatangani perjanjian jual beli listrik untuk proyek PLTB Tanah Laut berkapasitas 70 MW yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai sebesar 10 MW / 10 MWh di Tanah Laut, Kalimantan Selatan dengan PT PLN Persero (PLN) demi mendukung program Pemerintah dalam mencapai target bauran sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia,” jelas Dharma. 

Kemudian, terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan yang akan memasok energi bersih di Ibu Kota Negara Baru (IKN), Dharma mengatakan Commercial Operation Date (COD) dari proyek ini diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030. 

Commercial Operation Date (COD) diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030. Pada tahun 2023 lalu, Presiden Joko Widodo menghadiri groundbreaking proyek ini,” tambahnya.

Baca Juga: Adaro Energy (ADRO) Geber Ekspansi ke Bisnis Energi Baru Terbarukan

Untuk diketahui, Adaro memiliki 50% saham di PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN), yang akan mengembangkan PLTA berkapasitas 1.375 MW di Kalimantan Utara. PLTA ini akan menyediakan pasokan energi terbarukan yang terjangkau, andal dan berkelanjutan bagi Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara. 

Selain PLTS, PLTB dan PLTA, Dharma menambahkan Adaro Energi tahun ini akan terus memperdalam portofolio energi terbarukan dengan berpartisipasi aktif dalam tender proyek-proyek pembangkit listrik hijau.

“Lalu untuk solar farm dan pengembangan baterai, Adaro akan terus mengembangkan kerja sama dengan calon partners dalam dan luar negeri yang berpengalaman dan mencari proyek-proyek EBT. Saat ini Adaro sedang mengembangkan proyek baru floating solar PV dan baterai di area pelabuhan Kelanis untuk mengurangi konsumsi diesel di kegiatan operasi,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×