Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar Rp 9,4 triliun hingga kuartal III-2026. Kontrak baru tersebut terutama berasal dari proyek EPC Soda Ash, Tanggap Darurat, dan Sekolah Rakyat.
Untuk mengoptimalkan pencapaian kontrak baru hingga akhir tahun, ADHI terus mengupayakan peluang perolehan kontrak dari berbagai segmen pasar. Perusahaan terutama membidik proyek-proyek pemerintah, mengingat tahap tender secara historis cenderung meningkat pada kuartal IV.
“Perseroan tetap selektif dalam menentukan proyek dengan mempertimbangkan kelayakan komersial dan keberlanjutan arus kas perusahaan,” ungkap Corporate Secretary ADHI, Siswanto, kepada Kontan.co.id, Selasa (28/10/2026).
Dalam strategi perolehan kontrak baru, ADHI secara selektif membidik proyek-proyek infrastruktur yang memiliki profitabilitas baik dan ketersediaan pembayaran uang muka. Proyek yang dibidik berasal dari sektor pemerintah, BUMN, maupun swasta.
Baca Juga: Laba Bersih ADHI Melonjak 247%, Saat Pendapatan Turun 4,96% di Kuartal III-2026
Untuk diketahui, ADHI saat ini juga tengah menjalankan proses restrukturisasi dengan pihak perbankan yang ditargetkan selesai pada semester II-2026.
Siswanto mengatakan, sejalan dengan proses restrukturisasi yang sedang berjalan, Perseroan terus menjaga kinerja dan memenuhi persyaratan yang berlaku agar tetap kompetitif dalam mengikuti tender di sektor pemerintah, BUMN, maupun swasta.
Selain itu, ADHI tetap melanjutkan agenda transformasi untuk memperkuat fokus pada bisnis inti engineering dan konstruksi. Perusahaan juga melakukan perampingan portofolio bisnis melalui divestasi aset non-core, serta perampingan proses bisnis dan organisasi.
“Kami juga meningkatkan operational excellence melalui pemanfaatan teknologi dan efektivitas pengelolaan keuangan serta pengadaan,” tuturnya.
Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Perkuat Restrukturisasi Keuangan, Fokus Benahi Bisnis Inti
Dari sisi kinerja keuangan, ADHI membukukan pendapatan sebesar Rp 5,37 triliun hingga kuartal III-2026, turun 4,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, laba bruto ADHI meningkat 5,15%. Sementara itu, laba bersih perusahaan melonjak 247,06% menjadi Rp 15,34 miliar.
Siswanto menuturkan, perbaikan profitabilitas ADHI ditopang oleh upaya efisiensi biaya usaha, adanya pengakuan pendapatan IDP Proyek LRT Jabodebek, serta adanya peningkatan peningkatan laba dari proyek kerja sama operasi (joint venture/JV).
“Hingga akhir 2026, Perseroan terus mengoptimalkan peluang perolehan kontrak baru secara selektif dan divestasi aset non-core,” terang Siswanto.
Selain itu, perusahaan terus memperkuat efisiensi operasional dan pengendalian biaya untuk mendukung optimalisasi kinerja ADHI secara berkelanjutan.
Baca Juga: Pendapatan Turun, Rugi Adhi Commuter (ADCP) Membengkak Rp 68,33 Miliar di Kuartal III
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














