kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.427.000   7.000   0,49%
  • USD/IDR 16.160
  • IDX 7.321   96,85   1,34%
  • KOMPAS100 1.149   10,13   0,89%
  • LQ45 923   12,71   1,40%
  • ISSI 219   0,62   0,28%
  • IDX30 461   6,63   1,46%
  • IDXHIDIV20 555   8,24   1,51%
  • IDX80 129   1,33   1,04%
  • IDXV30 130   1,58   1,24%
  • IDXQ30 156   2,26   1,48%

Adhi Kartiko Pratama (NICE) Targetkan Pendapatan Hingga US$ 50 Juta Tahun Ini


Kamis, 20 Juni 2024 / 20:25 WIB
Adhi Kartiko Pratama (NICE) Targetkan Pendapatan Hingga US$ 50 Juta Tahun Ini
ILUSTRASI. PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), menargetkan pendapatan tahun 2024 mencapai US$ 50 juta . KONTAN/Cheppy A. Muchlis/09/01/2024


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di eksplorasi nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), menargetkan pendapatan tahun 2024 mencapai US$ 50 juta (setara dengan Rp 824,41 miliar, kurs Rp 16.388 per dolar AS) dan laba sebesar US$ 4 juta (setara dengan Rp 65,95 miliar).

Namun, terkait kepastian angka, Hendra Prawira selaku Direktur NICE menyatakan bahwa angka ini bisa saja berubah tergantung pada asumsi pasar yang mempengaruhi kinerja perseroan.

“Proyeksi pendapatan 2024 US$ 50 juta dan proyeksi laba 2024 US$ 4 juta didasarkan pada kinerja perusahaan. Namun, angka ini akan bergantung pada asumsi pasar lainnya,” ungkap Hendra dalam acara Public Expose NICE, Kamis (20/6).

Baca Juga: Adhi Kartiko Pratama (NICE) Anggaran Capex US$ 7,7 Juta

Sebagai gambaran, sepanjang 2023, NICE membukukan penjualan sebesar Rp 900 miliar dengan laba senilai Rp 61,95 miliar. Hingga kuartal pertama tahun ini, perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp 136 miliar, sedangkan laba bersih atau laba tahun berjalan turun drastis dari Rp 24 miliar menjadi Rp 2,33 miliar.

Terkait hal ini, Hendra menjelaskan bahwa penurunan rata-rata harga jual nikel berdampak signifikan terhadap penurunan nilai penjualan dan profitabilitas perseroan, khususnya di kuartal pertama tahun 2024. Meski begitu, ia menegaskan NICE memastikan efisiensi biaya untuk menghadapi fluktuasi harga nikel, seperti pengurangan biaya jasa penambangan dan biaya overhead. NICE juga tetap memprioritaskan aspek keunggulan operasional.

“Mulai membaiknya harga nikel di kuartal II-2024 membawa harapan terhadap pertumbuhan dan profitabilitas perseroan yang lebih positif di tahun 2024. Hal ini juga didukung oleh upaya untuk terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategis dengan meningkatkan produktivitas untuk memperkuat daya saing perusahaan, memastikan efisiensi operasional, dan meningkatkan profitabilitas di tengah lingkungan bisnis yang dinamis,” ungkapnya.

 

Terkait target produksi, NICE menargetkan produksi nikel sekitar 1,8 juta WMT, yang cenderung stabil dibandingkan produksi tahun lalu sekitar 2,01 juta WMT, dengan adanya peningkatan produksi atau penjualan secara bertahap.

“Pada 2025 dan 2026, diharapkan volume produksi atau penjualan nikel mencapai 2,5 juta WMT,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×