CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

AiMOGA Perluas Pasar Robotika Indonesia lewat Gerai Pertama, Harga Mulai Rp50 Juta


Rabu, 09 September 2026 / 20:42 WIB
AiMOGA Perluas Pasar Robotika Indonesia lewat Gerai Pertama, Harga Mulai Rp50 Juta
ILUSTRASI. AiMOGA Perluas Pasar Robotika Indonesia lewat Experience Store Pertama, Harga Mulai Rp 50 hingga Rp (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan robotika berbasis kecerdasan buatan (AI), AiMOGA Robotics, mulai memperluas pasar di Indonesia dengan membawa dua produk robot, yakni robot humanoid Mornine dan robot anjing Argos.

Ekspansi tersebut ditandai dengan pembukaan AiMOGA Experience Store pertama di Indonesia yang berlokasi di Agora Mall, Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan teknologi robotika berbasis AI sekaligus membuka peluang adopsi di pasar korporasi maupun konsumen individu.

Director of AiMOGA Indonesia, Yuri Yin mengatakan, secara global AiMOGA Robotics telah mencatatkan pengiriman kumulatif lebih dari 2.000 unit robot ke pasar internasional.

"AiMOGA Robotics sendiri mencatatkan pengiriman kumulatif lebih dari 2.000 unit robot ke pasar internasional," kata Yuri saat pembukaan AiMOGA Experience Store di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Yuri mengatakan, produk dan layanan AiMOGA saat ini telah menjangkau lebih dari 60 negara dan wilayah. Cakupan tersebut meliputi Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika hingga Amerika Latin.

Baca Juga: Integrasi Kecerdasan Buatan dan Robotika Menjadi Kunci Smart Living

Teknologi robot AiMOGA juga telah dikembangkan untuk lebih dari 100 skenario penerapan di dunia nyata. Penggunaannya mencakup sektor ritel otomotif, layanan publik, kesehatan, pendidikan hingga keamanan.

Sales & Development Manager AiMOGA Winny Cinthya mengatakan, pasar Indonesia saat ini mulai diarahkan untuk kebutuhan business to business (B2B) maupun business to consumer (B2C).

"Untuk saat ini, line-up yang baru tersedia di Indonesia ada Mornine dan Argos," ujar Winny.

Mornine menjadi produk yang menyasar kebutuhan pelayanan dan aktivitas komersial. Robot humanoid dengan tinggi 167 sentimeter dan bobot 70 kilogram tersebut memiliki kemampuan autonomous serta dirancang sebagai asisten untuk pekerjaan tertentu.

Mornine dapat digunakan untuk memandu pengunjung, menjawab pertanyaan dasar terkait lokasi hingga memberikan informasi produk secara interaktif. Penggunaannya dapat diterapkan antara lain di area ritel, diler otomotif, rumah sakit maupun pusat perbelanjaan.

Dari sisi teknologi, Mornine mengintegrasikan model AI dan dilengkapi kemampuan memahami konteks percakapan serta mengenali emosi. Robot tersebut juga dapat menggunakan lebih dari 10 bahasa, termasuk bahasa Indonesia dan Inggris.

Baca Juga: Indonesia Berpeluang Raup Nilai Ekonomi AI US$366 Miliar pada 2030

Untuk mendukung kemampuan navigasi secara mandiri, Mornine dilengkapi sensor 3D LiDAR, kamera kedalaman 3D serta radar ultrasonik.

Sementara itu, Argos menyasar kebutuhan yang berbeda sebagai robot pendamping atau human companion. Robot berbentuk anjing tersebut memiliki kemampuan berjalan, duduk, melompat hingga berjabat tangan.

"Kalau Argos, dia lebih ke human companion, nemenin kita sehari-hari," kata Winny.

Menurut dia, Argos juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pemantauan di rumah maupun interaksi publik. Robot tersebut dapat diprogram atau dikendalikan operator untuk kebutuhan pemanduan acara, patroli, pameran hingga kegiatan lainnya.

Dari sisi operasional, Mornine membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk pengisian baterai hingga penuh dan dapat digunakan secara aktif sekitar dua hingga tiga jam. Sementara Argos memiliki waktu operasional sekitar tiga hingga empat jam dalam sekali pengisian daya.

Dari sisi harga, Mornine saat ini ditawarkan di Indonesia dengan harga sekitar Rp800 juta. Adapun Argos dibanderol di kisaran Rp50 juta.

Winny mengatakan, kehadiran produk robotika di Indonesia juga didorong oleh kebutuhan perusahaan terhadap solusi otomatisasi dan AI yang dapat diterapkan dalam aktivitas operasional.

AiMOGA menyebut Mornine telah memperoleh sejumlah sertifikasi internasional, termasuk CE-MD, EN 18031, CE-RED dan FCC. Sertifikasi tersebut mencakup aspek keselamatan, komunikasi, kompatibilitas elektromagnetik, perlindungan data hingga keamanan siber.

Director AiMOGA Indonesia Pactria Liang menilai perkembangan AI dan robotika akan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Dan sekarang, kita berada di era di mana robotics juga menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari," ujar Pactria.

Baca Juga: Robot AI Mobo Diproduksi Massal 2026, Bisa Ingatkan Minum Obat hingga Pantau Rumah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×