kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Airbus Proyeksi Permintaan Pesawat Capai 400 Unit dalam 20 Tahun ke Depan


Jumat, 23 Februari 2024 / 19:29 WIB
Airbus Proyeksi Permintaan Pesawat Capai 400 Unit dalam 20 Tahun ke Depan
ILUSTRASI. Airbus memperkirakan akan ada permintaan untuk sekitar 400 pesawat berbadan lebar di kawasan Asia Pasifik selama 20 tahun ke depan. REUTERS/Regis Duvignau/File Photo


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Airbus memperkirakan akan ada permintaan untuk sekitar 400 pesawat berbadan lebar di kawasan Asia Pasifik (APAC) selama 20 tahun ke depan.

Airbus melihat hal ini dari pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Pasifik yang kuat dan aktivitas perdagangan yang dinamis. 

Lebih lanjut, Airbus memproyeksi permintaan pesawat tersebut, juga termasuk pesawat baru dan pesawat konversi. Jumlah ini mewakili lebih dari 25% permintaan global untuk 1.490 pesawat kargo berbadan lebar pada segmen di atas 40 ton.

Baca Juga: Airbus dan GMF Indonesia Teken Kerja Sama Pengembangan Armada Super Puma

Crawford Hamilton Airbus Head of Freighter Marketing mengatakan bahwa Airbus berada dalam posisi yang tepat untuk meraih pangsa yang signifikan dari permintaan pesawat kargo ini dengan hadirnya A350F yang baru.

“Sebagai satu-satunya pesawat kargo all-new di dunia, A350F akan menjadi suatu kemajuan dalam hal efisiensi di pasar kargo yang kompetitif," ujarnya.

"Pesawat ini akan mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon hingga 40% dibandingkan dengan 747F generasi sebelumnya dan merupakan pesawat kargo pertama saat ini yang akan memenuhi standar emisi CO2 yang telah disempurnakan oleh ICAO pada tahun 2027," paparnya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (23/2).

A350F dapat terbang hingga 4.700 mil laut / 8.700 kilometer dengan biaya yang jauh lebih hemat daripada pesawat kargo lainnya yang tersedia saat ini. Hal ini akan memungkinkannya untuk melayani semua pasar kargo utama, termasuk rute kargo terbesar di dunia antara Hong Kong dan Anchorage.

A350F dapat mengangkut muatan hingga 111 ton dan pintu kargonya di dek utama adalah yang paling besar, hingga 15% lebih lebar jika dibandingkan dengan kompetitor. 

Dengan pintu kargo yang leluasa ini, A350F dapat menangani transportasi mesin-mesin berukuran besar. Kemudian, lebih dari 70% badan pesawat ini terbuat dari material canggih, yang membuat bobot lepas landas A350F 46 ton lebih ringan dibandingkan dengan pesawat pesaing.

Baca Juga: Kemenhub Jajaki Kerja Sama dengan Airbus Guna Kembangkan Industri Penerbangan RI

“APAC akan menjadi wilayah terbesar untuk perdagangan internasional selama dua dekade ke depan. A350F, dengan keunggulannya dalam hal efisiensi, kapasitas, dan jangkauan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, adalah pilihan sempurna untuk meningkatkan operasional maskapai. Pesawat ini akan memungkinkan maskapai memenuhi permintaan kargo yang beragam sekaligus turut mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan di bidang angkutan kargo udara," ujar Crawford Hamilton.

Ditetapkan untuk mulai beroperasi pada tahun 2026, perakitan bagian badan pesawat A350F pertama akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang, sejalan dengan waktu produksi pesawat yang telah direncanakan.

Pada akhir Januari 2024, A350 generasi terbaru telah mendapatkan lebih dari 1.200 pesanan dari 57 pelanggan di seluruh dunia, termasuk 50 pesanan untuk A350F dari sembilan maskapai penerbangan kargo terkemuka. Dalam kategori ukuran menengah, A330neo terus mendapatkan momentum, dengan hampir 300 pesanan tetap dari 28 pelanggan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Trik & Tips yang Aman Menggunakan Pihak Ketiga (Agency, Debt Collector & Advokat) dalam Penagihan Kredit / Piutang Macet Managing Customer Expectations and Dealing with Complaints

[X]
×