kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Aksi merger perusahaan besar marak terjadi akhir-akhir ini, simak pandangan Indef


Minggu, 05 September 2021 / 18:56 WIB
Aksi merger perusahaan besar marak terjadi akhir-akhir ini, simak pandangan Indef
ILUSTRASI. ilustrasi?merger dan akuisisi, mergers and acquisitions


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

Perluasan pangsa pasar juga menjadi tujuan dari merger. BSI misalnya, ketika berhasil menggabungkan bank-bank syariah Himbara, maka kesempatan untuk memenangkan persaingan dengan bank syariah swasta menjadi lebih besar.

Sama halnya dengan merger Gojek-Tokopedia menjadi GoTo. Jumlah pelanggan GoTo tentu akan bertambah seiring dengan meluasnya pangsa pasar mereka. Perluasan pangsa pasar ini juga sejalan dengan meningkatnya jumlah aset perusahaan yang berhasil merger.

Aksi merger juga memiliki dampak bagi perekonomian nasional. Tentu hal ini dengan catatan bahwa aksi merger tersebut berjalan lancar dan tanpa kendala pada masing-masing perusahaan yang terlibat.

Sebagai contoh, merger GoTo membuat perusahaan tersebut lebih leluasa berinvestasi dan melakukan kerja sama bisnis yang bermanfaat bagi para pelanggannya. Dalam hal ini, bisa saja GoTo menghadirkan lebih banyak diskon kepada pelanggan untuk berbelanja atau menggunakan jasa yang ada di aplikasi Gojek dan Tokopedia.

Hal ini tentu akan berdampak pada berputarnya roda perekonomian nasional mengingat GoTo memiliki pangsa pasar yang besar di Indonesia. “Ketika efisiensi dan peningkatan pangsa pasar maupun aset terwujud, perusahaan yang merger punya peluang meraih keuntungan bisnis yang lebih besar di masa depan,” terang Huda.

Dia menilai, pandemi Covid-19 justru menjadi akselerator aksi merger, bukan sebagai penghalang. Maka dari itu, ia memperkirakan bahwa aksi merger perusahaan-perusahaan di Indonesia dengan nilai jumbo masih berpeluang terjadi lagi dalam beberapa waktu mendatang.

Perusahaan-perusahaan terkait teknologi digital diyakini akan lebih terlibat banyak dalam aksi merger dalam waktu dekat. Peluang itu tercipta seiring booming perusahaan teknologi secara global. Perusahaan teknologi juga berupaya melakukan konsolidasi guna memenangkan persaingan bisnis yang kian ketat di sektor tersebut.

“Tanda-tandanya sudah terlihat, misal ada OVO dan DANA yang kabarnya akan merger. Bank-bank digital atau fintech juga punya potensi merger yang cukup besar ke depannya,” pungkas Huda.

Selanjutnya: Stellantis bakal akuisisi perusahaan pembiayaan First Investors senilai US$ 285 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×