Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) sekaligus produsen motor listrik, ALVA, memaksimalkan boost charge station miliknya yang tersebar di Jawa–Bali untuk menunjang mudik Lebaran 2026.
Chief Executive Officer (CEO), ALVA Purbaja Pantja mengatakan, saat ini pihaknya telah menyediakan hampir 200 konektor boost charging station. Di Jawa, sejumlah titik pengisian daya tersebut antara lain berada di Semarang, Yogyakarta, dan Solo.
"Pada tahun ini akan kita tingkatkan paling sedikit jumlahnya double dari yang selama ini sudah kita bangun sejak tahun lalu,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: Tak Lagi Bergantung Insentif, Ini Cara ALVA Pikat Konsumen Motor Listrik
Selain itu, ALVA juga mengoptimalkan program sewa baterai ALVA N3 yang bertajuk Bebas Pas, yang baru diluncurkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 ini.
Melalui program ini, Purbaja menyebut biaya sewa baterai ditentukan berdasarkan tingkat pemakaian pengguna setiap bulan, sehingga lebih fleksibel dibandingkan skema tarif tetap.
“Kalau pada bulan tertentu pemakaiannya rendah, biayanya juga ikut turun. Jadi konsep ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna karena pembayaran menyesuaikan kebutuhan pemakaian dengan gaya hidup masing-masing,” jelasnya.
Baca Juga: Indika Energy (INDY) Tambah 500 Motor Listrik ALVA N3 untuk Logistik Dash Electric
Purbaja menambahkan, ALVA menargetkan pertumbuhan penjualan motor listrik setiap tahun, termasuk pada tahun ini yang bisa terdorong oleh potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Kami berharap, baik dengan adanya kenaikan BBM maupun tidak, ALVA dapat terus meningkatkan penjualan motor listriknya setiap tahun,” ujarnya.
Ia melihat, tren switching atau perubahan penggunaan motor bensin ke motor listrik juga sudah terjadi di pasar.
Saat ini, lanjutnya, tingkat adopsi (adoption rate) motor listrik di Indonesia masih berada di sekitar 1%.
“Kalau kita lihat di negara lain, peningkatannya nyata. Di India, adoption rate motor listrik sudah mencapai sekitar 10%, sementara di Indonesia masih di bawah 2%. Potensinya ke depan masih sangat besar,” jelasnya.
Baca Juga: Strategi ALVA Optimalkan Penjualan Motor Listrik meski Tak Ada Insentif pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













