kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.009,04   -4,47   -0.44%
  • EMAS942.000 1,07%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Alvin Lie: Pemerintah Harus Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur


Kamis, 30 Juni 2022 / 07:13 WIB
Alvin Lie: Pemerintah Harus Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur
ILUSTRASI. Pengisian bahan bakar avtur


Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengamat Penerbangan Alvin Lie menyoroti dampak kenaikkan harga avtur dan menguatnya kurs dolar Amerika Serikat (AS) ke industri penerbangan Tanah Air.

Bila terus berlanjut, ia khawatir ke depannya maskapai penerbangan akan mengurangi frekuensi penerbangan mereka atau memangkas rute-rute yang akan sekiranya akan merugikan.

"Karena bagi airlines lebih baik tidak terbang daripada terbang rugi. Ini yang kita khawatirkan. Jadi memang pemerintah harus cepat turun tangan mengatasi kondisi tidak normal ini," ungkap Alvin, kepada Kontan.co.id, Rabu (29/6).

Lebih jauh, kata Alvin, apabila maskapai penerbangan mengurangi atau menghentikan pelayanan pada rute-rute tertentu, tentunya ini akan berdampak juga kepada masyarakat yang membutuhkan transportasi pesawat untuk melakukan mobilitas.

Begitu pun dengan angkutan kargo, jadi dengan kata lain kondisi ini akan mengganggu aktivitas mobilitas yang berjalan.

Alvin pun meminta pemerintah untuk segera turun tangan dan mengatasi kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub), perlu meninjau kembali Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2022 tentang Biaya Tambahan (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang telah berlaku sebelumnya, masih relevan atau tidak dengan kondisi terkini.

Baca Juga: Begini Strategi INACA untuk Siasati Kenaikan Harga Avtur dan Aturan TBA 10%

Tak hanya itu, pemerintah juga diminta untuk membantu memangkas biaya-biaya yang menjadi beban para maskapai penerbangan. Seperti biaya landing misalnya, yang sudah berjalan seperti biasa.

Pemerintah dapat berkoordinasi dengan penyelenggara bandara untuk menurunkan biaya tersebut, sehingga bisa mengurangi biaya operasional pesawat.

"Jadi ini perlu koordinasi untuk menurunkan biaya operasi pesawat karena ujung-ujungnya nanti ke konsumen juga akan ke harga tiket. Dalam kondisi tidak normal seperti ini pemerintah harus hadir," jelas Alvin.

Dia menambahkan, biaya avtur memang memakan kocek cukup dalam terhadap total operasional pesawat. Alvin memerinci, kontribusi avtur ini bisa mencapai 30%-35% dari biaya operasi  pesawat.

"Kalau naknya 100% (harga avtur) itu sudah 60% dari biaya pesawat," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag


TERBARU

[X]
×