kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.944.000   28.000   0,96%
  • USD/IDR 16.894   -24,00   -0,14%
  • IDX 8.261   -12,93   -0,16%
  • KOMPAS100 1.163   -0,84   -0,07%
  • LQ45 834   -0,01   0,00%
  • ISSI 295   -1,22   -0,41%
  • IDX30 437   0,25   0,06%
  • IDXHIDIV20 521   1,58   0,30%
  • IDX80 130   -0,13   -0,10%
  • IDXV30 144   -0,11   -0,08%
  • IDXQ30 140   0,32   0,23%

Amdatara Usulkan Jalur Logistik Khusus Demi Sukseskan Zero ODOL


Jumat, 20 Februari 2026 / 11:20 WIB
Amdatara Usulkan Jalur Logistik Khusus Demi Sukseskan Zero ODOL
ILUSTRASI. Air Minum Dalam Kemasan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) mengusulkan pemerintah mengembangkan jalur logistik khusus (dedicated logistics corridors) guna mendukung implementasi kebijakan Zero ODOL yang direncanakan berlaku penuh pada 2027.

Ketua Umum Amdatara Karyanto Wibowo mengatakan, kebijakan Zero ODOL perlu dijalankan melalui masa transisi yang bertahap dan terukur, khususnya untuk komoditas esensial seperti air minum dalam kemasan (AMDK) yang membutuhkan distribusi kontinu dan menjangkau wilayah luas.

“Masa transisi yang jelas akan memberi ruang bagi industri untuk menyesuaikan armada, pola distribusi, dan perencanaan biaya tanpa menimbulkan gangguan pasokan di masyarakat,” ujar Karyanto kepada Kontan, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Distribusi Logistik Industri AMDK Bisa Terganggu Efek Kebijakan Zero ODOL

Menurutnya, selain penyesuaian di sisi industri, dukungan infrastruktur menjadi faktor kunci agar implementasi Zero ODOL tidak mengganggu keberlanjutan usaha maupun distribusi kebutuhan pokok.

Amdatara mendorong pemerintah mengembangkan jalur logistik khusus, terutama di kawasan industri, wilayah pabrik AMDK yang telah beroperasi puluhan tahun, serta koridor distribusi antarkota.

“Keberadaan jalur logistik yang lebih terkelola akan mengurangi konflik dengan lalu lintas umum, meningkatkan ketepatan waktu distribusi, serta menurunkan risiko gangguan selama periode pembatasan lalu lintas tertentu,” kata Karyanto.

Selain itu, Amdatara memandang perlu percepatan penguatan angkutan intermoda, khususnya integrasi angkutan jalan dengan kereta api dan moda laut untuk distribusi jarak menengah dan jauh dengan biaya yang kompetitif. 

Peningkatan kapasitas dan konektivitas moda alternatif tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan sekaligus mendukung keberhasilan Zero ODOL dalam jangka panjang.

Di samping aspek infrastruktur, AMDATARA juga menekankan pentingnya konsistensi penegakan hukum dan sinkronisasi kebijakan lintas sektor. Penguatan data serta digitalisasi sistem logistik diperlukan untuk mendukung kebijakan yang akurat dan terintegrasi. 

Baca Juga: Wahana Interfood Nusantara (COCO) Siapkan Tiga Strategi Dongkrak Kinerja di 2026

“Selain itu, pengurangan pungutan dilapangan oleh oknum tertentu serta penyederhanaan regulasi juga penting untuk diperhatikan,” jelasnya.

AMDATARA menyatakan siap berperan sebagai mitra dialog pemerintah dengan menyediakan masukan berbasis data lapangan agar implementasi Zero ODOL tidak hanya efektif secara regulatif, tetapi juga berkelanjutan secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Selanjutnya: Dragonmine Mining Teken Perjanjian Akuisisi 80% Saham BLUE

Menarik Dibaca: Promo JSM Superindo 20-22 Februari 2026, Nata De Coco-Ikan Shisamo Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×