Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
Di segmen roda dua, PT Astra Honda Motor (AHM) juga mempertahankan basis manufaktur sekaligus memperluas pasar ekspor.
Marketing Director PT Astra Honda Motor Octavianus Dwi mengatakan AHM saat ini memiliki kapasitas produksi mencapai 5,8 juta unit per tahun dengan sekitar 25.000 tenaga kerja.
Sepanjang Januari-Agustus 2026, lebih dari 3,3 juta konsumen telah terlayani dari sisi penjualan. Sementara dari sisi ekspor, lebih dari 150.000 unit sepeda motor telah dipasarkan ke pasar global.
AHM juga telah membangun basis produksi dan rantai pasok yang cukup luas. Ekosistem industri Honda melibatkan sekitar 4.000 perusahaan serta lebih dari 671.000 orang yang tersebar di sektor produksi, pemasok, dealer, bengkel, logistik hingga pembiayaan.
Dari sisi jaringan manufaktur, AHM memiliki enam pabrik dan sejumlah fasilitas pendukung. Perusahaan juga melibatkan sekitar 1.700 dealer dan sekitar 3.700 outlet AHASS serta jaringan toko suku cadang.
Selain mempertahankan bisnis sepeda motor konvensional, AHM mulai memperkuat pengembangan kendaraan listrik roda dua.
Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Luncurkan Ban Skutik Baru di GIIAS 2026, Ini Spesifikasinya
AHM telah menyediakan sepeda motor listrik dengan pilihan sistem pengisian daya, baik melalui pengisian baterai langsung maupun sistem penukaran baterai.
Pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga didukung jaringan purnajual. AHM memiliki hampir 1.700 jaringan penjualan dan lebih dari 3.000 jaringan bengkel yang dapat menjadi bagian dari dukungan layanan kendaraan listrik.
AHM juga mulai menyiapkan fasilitas charging di jaringan yang dimiliki. Dengan demikian, konsumen dapat melakukan pengisian daya ketika berada di jaringan Honda, termasuk saat melakukan servis kendaraan.
Selain infrastruktur, AHM juga menyiapkan pengelolaan baterai bekas melalui mekanisme penampungan dan pengelolaan limbah baterai dengan menggandeng pihak terkait.
Manufaktur, Ekspor dan Elektrifikasi
Perkembangan bisnis sejumlah anak usaha Astra tersebut menunjukkan bahwa strategi di sektor otomotif tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan penjualan kendaraan di pasar domestik.
Toyota memperbesar kontribusi kendaraan elektrifikasi sekaligus mempertahankan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor. ADM memperkuat kapasitas manufaktur dan ekspor kendaraan, sementara Isuzu mengoptimalkan basis produksi kendaraan komersial sekaligus meningkatkan kandungan lokal.
Di sisi roda dua, AHM mempertahankan skala produksi dan jaringan industri sambil menyiapkan ekosistem kendaraan listrik.
Dengan demikian, pertumbuhan bisnis otomotif Astra berjalan melalui beberapa jalur sekaligus, mulai dari penjualan domestik, manufaktur, ekspor, pengembangan komponen dan teknologi hingga penguatan layanan purnajual.
Baca Juga: Laba Bersih Astra Otoparts (AUTO) Naik 22,6% di Semester I 2026, Ini Pendorongnya
Perubahan teknologi kendaraan juga membuat elektrifikasi menjadi salah satu area yang semakin mendapat perhatian. Toyota memperbesar kontribusi kendaraan elektrifikasi dalam penjualan, sementara AHM mulai memperluas infrastruktur dan layanan untuk sepeda motor listrik.
Di saat yang sama, basis manufaktur tetap menjadi salah satu penopang utama. Investasi pabrik, peningkatan kandungan lokal, keterlibatan pemasok domestik dan ekspansi ekspor menjadi bagian dari upaya mempertahankan posisi Indonesia dalam rantai industri otomotif.
Bagi Grup Astra, perkembangan tersebut membuat industri otomotif tidak hanya menjadi bisnis penjualan kendaraan, tetapi juga mencakup manufaktur, rantai pasok, ekspor, teknologi serta layanan yang menopang ekosistem otomotif secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














