Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri otomotif nasional mulai menunjukkan perbaikan kinerja sepanjang 2026.
Kondisi tersebut turut tercermin dari pertumbuhan penjualan sejumlah bisnis otomotif di bawah Grup Astra, mulai dari kendaraan penumpang, kendaraan komersial hingga sepeda motor.
Di tengah pemulihan pasar, anak usaha Astra tidak hanya mengandalkan penjualan domestik.
Penguatan basis manufaktur, ekspansi ekspor, pengembangan kendaraan elektrifikasi serta penguatan rantai pasok menjadi bagian dari strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis otomotif.
Baca Juga: Astra Infra Buka Peluang Investasi di Proyek Tol Baru, Ini Kriterianya
PT Toyota Astra Motor (TAM), misalnya, mencatat penjualan hampir 175.000 unit hingga Agustus 2026.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor Bansar Maduma mengatakan, realisasi tersebut tumbuh sekitar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Bansar, jika tren pertumbuhan tersebut berlanjut hingga akhir tahun, pasar otomotif nasional berpeluang mencapai angka sekitar 850.000 unit seperti yang sebelumnya dicanangkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
"Jika peningkatan ini terus berlanjut hingga akhir tahun, kami mengestimasi pasar otomotif nasional dapat mencapai angka yang sempat dicanangkan Gaikindo, yaitu sekitar 850.000 unit," ujar Bansar di Jakarta, Rabu (24/9/2026).
Dari sisi model, penjualan Toyota masih ditopang oleh sejumlah model utama seperti Kijang Innova dan Kijang Innova Zenix, Avanza dan Veloz, serta Calya. Toyota Raize dan model komersial yang baru dihadirkan juga turut memberikan kontribusi.
Namun, salah satu perubahan yang semakin terlihat dalam struktur penjualan Toyota adalah meningkatnya kontribusi kendaraan elektrifikasi.
Baca Juga: Astra Graphia (ASGR) Bidik Mesin Pertumbuhan Baru dari Bisnis TI dan AI
Hingga Agustus 2026, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota telah mencapai sekitar 38.000 unit. Kontribusinya terhadap total penjualan Toyota juga meningkat menjadi sekitar 21%, dibandingkan sekitar 12% pada tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi mulai mengambil porsi lebih besar dalam penjualan kendaraan Toyota di pasar domestik.
Pada GIIAS 2026, Toyota bahkan mencatat lebih dari separuh penjualannya berasal dari model-model elektrifikasi.
Bansar mengatakan Toyota terus memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi melalui pendekatan Hybrid untuk Semua, dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen Indonesia yang beragam.
Di sisi manufaktur, Toyota juga mempertahankan Indonesia sebagai salah satu basis penting dalam rantai produksi globalnya. Toyota menyebut telah menanamkan investasi lebih dari Rp100 triliun di Indonesia.
Sekitar 90% kendaraan Toyota yang dipasarkan diproduksi di dalam negeri dengan tingkat kandungan lokal sekitar 70%-80%. Produk yang dibuat di Indonesia tersebut juga telah diekspor ke lebih dari 100 negara.
Daihatsu Perkuat Basis Produksi
Penguatan industri manufaktur juga menjadi fokus PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Sebagai agen pemegang merek sekaligus produsen kendaraan Daihatsu dan Toyota di Indonesia, ADM memiliki kapasitas produksi mencapai 530.000 unit per tahun.
Direktur Corporate Function PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi mengatakan ADM memiliki enam pabrik dengan total luas sekitar 140 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Cibitung, Karawang Timur dan Karawang Barat.
Sejak berdiri hingga saat ini, produksi ADM telah mencapai 9 juta unit. Sekitar 30% dari produksi tersebut dialokasikan untuk pasar ekspor.
Untuk memperkuat kapasitas manufaktur, ADM pada tahun lalu membangun pabrik baru di Karawang dengan nilai investasi sekitar Rp2,9 triliun. Pabrik tersebut menggunakan konsep i-SC Evolution yang mengedepankan proses produksi yang lebih modern dan efisien.
Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Bawa Teknologi Otomasi Manufaktur ke Filipina
"Karena itu, bagi Daihatsu, Indonesia bukan sekadar pasar, tetapi juga merupakan basis produksi yang penting," ujar Rokky.
Selain kapasitas produksi, ADM juga memperkuat rantai pasok domestik. Saat ini, perusahaan melibatkan sekitar 2.000 pemasok lokal, termasuk pelaku UMKM. Tingkat local purchase komponen untuk kendaraan yang diproduksi Daihatsu telah mencapai lebih dari 80%.
Dari sisi ekspor, ADM mencatatkan pertumbuhan sepanjang tahun ini. Hingga Agustus 2026, ekspor ADM mencapai lebih dari 85.000 unit atau meningkat sekitar 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
SUV menjadi kontributor terbesar ekspor dengan porsi sekitar 50%, disusul hatchback 26% dan kendaraan niaga atau komersial 24%. Produk ADM saat ini telah diekspor ke lebih dari 60 negara.
Di pasar domestik, penjualan retail Daihatsu hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 97.000 unit, tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen utama yang menopang penjualan berasal dari Gran Max Series, LCGC melalui Sigra dan Ayla, serta Terios.
Kendaraan Komersial Jadi Penopang
Sementara itu, pasar kendaraan komersial juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat.
Business Solution Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Anjar Rosjadi mengatakan penjualan kendaraan komersial hingga Agustus 2026 meningkat lebih dari 32% menjadi sekitar 71.700 unit.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peran kendaraan komersial dalam aktivitas logistik, distribusi dan berbagai kegiatan industri.
Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, Isuzu mencatat penjualan sekitar 18.000 unit hingga Agustus 2026, meningkat dari sekitar 14.000 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Luncurkan Baterai EV dan Layanan Baru di GIIAS 2026
Secara keseluruhan, Isuzu mencatat market share 26,1% hingga Agustus 2026. Isuzu Traga menjadi salah satu kontributor utama dengan market share mencapai 40,3%, sedangkan Isuzu Light dan Giga masing-masing mencatat market share 18,9% dan 18,3%.
"Value yang kami tawarkan sebagai produsen kendaraan komersial harus tetap relevan dan kuat seiring dengan kondisi yang ada," kata Anjar.
Selain penjualan, Isuzu juga memperkuat kapasitas manufaktur di Indonesia. Pada September 2026, Isuzu mencatat produksi kendaraan ke-300.000 unit di Isuzu Karawang Plant.
Pabrik tersebut juga digunakan untuk perakitan kendaraan Giga Truck sebagai bagian dari sinergi Isuzu dan Giga Truck di Indonesia.
Dari sisi kandungan lokal, Isuzu telah memiliki sertifikasi TKDN untuk seluruh lini kendaraan komersialnya. TKDN Isuzu Traga mencapai 46,45%, Isuzu Light 33,64% dan Giga 38,07%.
Produk Isuzu yang diproduksi di Indonesia juga mulai memperluas pasar ekspor. Hingga Agustus 2026, Isuzu telah mengekspor sekitar 4.000 unit ke 25 negara.
Anjar mengatakan persaingan di kendaraan komersial tidak hanya berkaitan dengan produk. Pengguna kendaraan komersial juga mempertimbangkan produktivitas kendaraan dalam mendukung aktivitas bisnis.
Karena itu, Isuzu mengembangkan empat nilai utama, yakni quality and product fit, price and easy, customer care, serta productivity. Strategi tersebut didukung penguatan jaringan penjualan dan purnajual serta layanan digital.
AHM Perluas Rantai Industri Roda Dua
Di segmen roda dua, PT Astra Honda Motor (AHM) juga mempertahankan basis manufaktur sekaligus memperluas pasar ekspor.
Marketing Director PT Astra Honda Motor Octavianus Dwi mengatakan AHM saat ini memiliki kapasitas produksi mencapai 5,8 juta unit per tahun dengan sekitar 25.000 tenaga kerja.
Sepanjang Januari-Agustus 2026, lebih dari 3,3 juta konsumen telah terlayani dari sisi penjualan. Sementara dari sisi ekspor, lebih dari 150.000 unit sepeda motor telah dipasarkan ke pasar global.
AHM juga telah membangun basis produksi dan rantai pasok yang cukup luas. Ekosistem industri Honda melibatkan sekitar 4.000 perusahaan serta lebih dari 671.000 orang yang tersebar di sektor produksi, pemasok, dealer, bengkel, logistik hingga pembiayaan.
Dari sisi jaringan manufaktur, AHM memiliki enam pabrik dan sejumlah fasilitas pendukung. Perusahaan juga melibatkan sekitar 1.700 dealer dan sekitar 3.700 outlet AHASS serta jaringan toko suku cadang.
Selain mempertahankan bisnis sepeda motor konvensional, AHM mulai memperkuat pengembangan kendaraan listrik roda dua.
Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Luncurkan Ban Skutik Baru di GIIAS 2026, Ini Spesifikasinya
AHM telah menyediakan sepeda motor listrik dengan pilihan sistem pengisian daya, baik melalui pengisian baterai langsung maupun sistem penukaran baterai.
Pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga didukung jaringan purnajual. AHM memiliki hampir 1.700 jaringan penjualan dan lebih dari 3.000 jaringan bengkel yang dapat menjadi bagian dari dukungan layanan kendaraan listrik.
AHM juga mulai menyiapkan fasilitas charging di jaringan yang dimiliki. Dengan demikian, konsumen dapat melakukan pengisian daya ketika berada di jaringan Honda, termasuk saat melakukan servis kendaraan.
Selain infrastruktur, AHM juga menyiapkan pengelolaan baterai bekas melalui mekanisme penampungan dan pengelolaan limbah baterai dengan menggandeng pihak terkait.
Manufaktur, Ekspor dan Elektrifikasi
Perkembangan bisnis sejumlah anak usaha Astra tersebut menunjukkan bahwa strategi di sektor otomotif tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan penjualan kendaraan di pasar domestik.
Toyota memperbesar kontribusi kendaraan elektrifikasi sekaligus mempertahankan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor. ADM memperkuat kapasitas manufaktur dan ekspor kendaraan, sementara Isuzu mengoptimalkan basis produksi kendaraan komersial sekaligus meningkatkan kandungan lokal.
Di sisi roda dua, AHM mempertahankan skala produksi dan jaringan industri sambil menyiapkan ekosistem kendaraan listrik.
Dengan demikian, pertumbuhan bisnis otomotif Astra berjalan melalui beberapa jalur sekaligus, mulai dari penjualan domestik, manufaktur, ekspor, pengembangan komponen dan teknologi hingga penguatan layanan purnajual.
Baca Juga: Laba Bersih Astra Otoparts (AUTO) Naik 22,6% di Semester I 2026, Ini Pendorongnya
Perubahan teknologi kendaraan juga membuat elektrifikasi menjadi salah satu area yang semakin mendapat perhatian. Toyota memperbesar kontribusi kendaraan elektrifikasi dalam penjualan, sementara AHM mulai memperluas infrastruktur dan layanan untuk sepeda motor listrik.
Di saat yang sama, basis manufaktur tetap menjadi salah satu penopang utama. Investasi pabrik, peningkatan kandungan lokal, keterlibatan pemasok domestik dan ekspansi ekspor menjadi bagian dari upaya mempertahankan posisi Indonesia dalam rantai industri otomotif.
Bagi Grup Astra, perkembangan tersebut membuat industri otomotif tidak hanya menjadi bisnis penjualan kendaraan, tetapi juga mencakup manufaktur, rantai pasok, ekspor, teknologi serta layanan yang menopang ekosistem otomotif secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














