Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha peternakan menyoroti rencana pemerintah menyuntik anggaran Rp 4,8 triliun untuk pengembangan peternakan sapi guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk diketahui, pemerintah sebelumnya telah menggulirkan Rp 20 triliun untuk sektor peternakan unggas. Adapun anggaran Rp 4,8 triliun untuk peternakan sapi direncanakan untuk mendukung pasokan daging dan susu MBG, dengan pengembangan peternakan skala besar yang tersentralisasi khususnya di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan yang digelar Badan Kejuruan Teknik Peternakan Persatuan Insinyur Indonesia (BKT Peternakan PII) dengan menggandeng pemerintah, pelaku industri, asosiasi peternak, akademisi, serta perwakilan dunia usaha di Universitas Padjadjaran, Jawa Barat, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Pertamina Drilling Jalin Kerjasama dengan Petronas di Bidang Jasa Ini!
Ketua BKT Peternakan PII, Budi Guntoro mengatakan, anggaran tersebut perlu diarahkan secara tepat agar mampu memperkuat pasokan daging dan susu sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Untuk itu, para pelaku usaha dan pemangku kepentingan mengidentifikasi peluang dari rencana integrasi peternakan sapi berbasis anggaran Rp 4,8 triliun, serta mengurai tantangan struktural yang perlu diantisipasi pemerintah dan industri.
Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga melibatkan perumusan rekomendasi yang membangun untuk kebijakan, investasi, dan penguatan kelembagaan petak.
"Kemudian, yang cukup penting adalah kolaborasi antara pemerintah, industri, peternak, dan akademisi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (17/1/2026).
Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Rahmat Hidayat menilai, kebijakan MBG dapat memacu permintaan produk permintaan.
Namun, ia juga menyoroti, saat ini industri peternakan masih menghadapi ketimpangan populasi antara jumlah ternak dan masyarakat Indonesia. Belum lagi, produksi yang belum optimal, umur peternak yang umumnya sudah senior, tingkat pendidikan peternak yang masih rendah, serta partisipasi kelembagaan yang masih minim.
"Maka kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk stakeholder peternakan,” kata Rahmat.
Selanjutnya: 8 Jenis Sayur yang Bisa Turunkan Kolesterol dengan Cepat
Menarik Dibaca: Mengejutkan! Denah Terbuka Ditinggalkan, Desain Ruang Tertutup Kembali Primadona
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
