kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Anggota Komisi XII Dukung Eksplorasi 118 Blok Migas Baru, Dorong Ketahanan Energi


Kamis, 25 Juni 2026 / 19:08 WIB
Anggota Komisi XII Dukung Eksplorasi 118 Blok Migas Baru, Dorong Ketahanan Energi
ILUSTRASI. Energi Mega Persada, ENRG (DOK/Energi Mega Persada)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Komisi XII DPR RI, Cek Endra, mendorong langkah pemerintah dalam mempercepat eksplorasi blok minyak dan gas bumi (migas) baru yang belakangan ditawarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ini dinilai strategis guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Cek Endra menjelaskan, situasi global dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pentingnya setiap negara memperkuat kapasitas produksi energi domestik.

Menurutnya, percepatan eksplorasi dan pengembangan sektor hulu migas menjadi langkah strategis untuk meningkatkan cadangan sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan impor.

"Situasi global saat ini memberikan pelajaran bahwa ketahanan energi menjadi faktor yang sangat menentukan stabilitas ekonomi suatu negara. Karena itu, langkah pemerintah untuk terus mempercepat eksplorasi dan pengembangan wilayah kerja migas perlu didukung agar Indonesia semakin siap menghadapi berbagai tantangan energi di masa mendatang," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Dongkrak Investasi Eksplorasi, ESDM Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar ini menyebutkan, saat ini pemerintah telah mengidentifikasi 118 area potensial blok migas baru untuk memperkuat sektor hulu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 wilayah kerja telah ditandatangani kontraknya, 43 wilayah kerja sedang dalam tahap joint study, serta 50 area potensial lainnya disiapkan untuk ditawarkan melalui akuisisi data baru.

"Kami di Komisi XII DPR RI mendukung penuh percepatan pengembangan 118 area potensial tersebut agar dapat menghasilkan penemuan cadangan baru, meningkatkan produksi migas nasional, menarik investasi yang lebih besar, serta memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia," terangnya.

Cek Endra menilai, percepatan pengembangan sektor hulu migas juga akan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional dan daerah.

Untuk itu, ia mendorong agar penyederhanaan perizinan, kepastian regulasi, dan penyediaan data geologi yang berkualitas terus diperkuat sehingga iklim investasi migas Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

"Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kepastian berusaha, serta sinergi yang kuat antara pemerintah, SKK Migas, dan para investor, saya optimistis sektor hulu migas akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang," tandasnya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Umumkan Pemenang 9 Blok Migas, Investasi Capai US$84,75 Juta

Berdasarkan catatan Kontan, dari 25 WK yang telah menandatangani kontrak, delapan di antaranya merupakan hasil lelang tahun 2025. Ke delapan WK tersebut antara lain:

WK pertama adalah WK Gagah yang berada di wilayah onshore Sumatera Selatan dengan potensi sumber daya mencapai 173 juta barel minyak dan 1,1 Trillion Cubic Feet (TCF) gas. Wilayah ini memiliki nilai komitmen pasti sebesar US$ 4,25 juta serta bonus tanda tangan US$ 300 ribu. 

Selanjutnya, WK Bintuni di kawasan onshore dan offshore Papua Barat diperkirakan menyimpan potensi 2,1 TCF gas, dengan komitmen pasti mencapai US$ 16,55 juta dan bonus tanda tangan US$ 1,25 juta. 

WK Karunia yang berada di onshore dan offshore Sumatera Utara serta Riau memiliki potensi 82 juta barel minyak dan 0,13 TCF gas. Wilayah ini dibekali komitmen pasti sebesar US$ 9,9 juta serta bonus tanda tangan US$ 300 ribu. 

Kemudian, WK Drawa di offshore Papua Barat dan Papua Barat Daya memiliki potensi 0,36 TCF gas, dengan komitmen pasti US$ 6,45 juta dan bonus tanda tangan US$ 200 ribu. 

Untuk WK Jalu yang berada di offshore Laut Andaman, potensi sumber dayanya diperkirakan mencapai 2,9 TCF gas dengan komitmen pasti US$ 6,6 juta dan bonus tanda tangan US$ 300 ribu. 

Baca Juga: Komisi XII DPR Desak RUU Migas Rampung di Tengah Penurunan Lifting

Adapun WK Southwest Andaman di offshore Laut Andaman diproyeksikan memiliki sumber daya potensial sebesar 3 TCF gas. Wilayah ini memperoleh komitmen pasti sebesar US$ 8,2 juta serta bonus tanda tangan US$ 300 ribu. 

Sementara itu, WK Barong yang berada di offshore Jawa Timur dan Sulawesi Selatan memiliki potensi 2,9 TCF gas dengan komitmen pasti US$ 2,5 juta dan bonus tanda tangan US$ 200 ribu. 

Terakhir, WK Nawasena di wilayah onshore dan offshore Jawa Timur diperkirakan menyimpan potensi 1,3 TCF gas, dengan komitmen pasti US$ 3,5 juta dan bonus tanda tangan US$ 300 ribu. 

Secara kumulatif, delapan WK tersebut berhasil mengamankan total komitmen pasti sebesar US$ 57,95 juta dan bonus tanda tangan mencapai US$ 3,15 juta. Sementara total estimasi sumber dayanya mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×