kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.702   124,56   1,64%
  • KOMPAS100 1.075   17,18   1,62%
  • LQ45 787   14,08   1,82%
  • ISSI 272   4,39   1,64%
  • IDX30 419   8,77   2,14%
  • IDXHIDIV20 514   12,12   2,41%
  • IDX80 121   1,86   1,57%
  • IDXV30 139   2,82   2,07%
  • IDXQ30 135   2,81   2,13%

Dongkrak Investasi Eksplorasi, ESDM Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru


Kamis, 05 Maret 2026 / 14:14 WIB
Dongkrak Investasi Eksplorasi, ESDM Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong peningkatan investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satunya melalui pembukaan 10 area potensi blok migas baru yang telah selesai menjalani studi mendalam.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan, 10 area tersebut merupakan bagian dari 110 area potensi blok migas yang telah dipetakan pemerintah hingga Februari 2026.

Menurutnya, seluruh area tersebut telah melalui kajian teknis oleh Badan Geologi dan LEMIGAS sehingga memiliki kualitas data yang lebih baik untuk menarik minat investor eksplorasi.

Baca Juga: Bahlil: Impor Minyak Mentah dari AS Dimulai Bertahap, RI Siapkan Storage 90 Hari

“Ada 10 area potensi blok migas baru yang telah selesai dilakukan studi oleh Badan Geologi dan LEMIGAS dan kini dibuka untuk calon investor. Studi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas data migas sehingga lebih menarik bagi investor, khususnya pada kegiatan eksplorasi,” ujar Laode dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).

Sepuluh area potensi blok migas tersebut meliputi Rupat, Puri, Karapan Baru, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, South Matindok, Lao-Lao, Rombebai, serta Northern Papua/Jayapura.

Laode menjelaskan, pemerintah juga terus berupaya menciptakan iklim investasi hulu migas yang lebih menarik melalui sejumlah kebijakan fiskal baru.

Beberapa insentif yang ditawarkan antara lain pembagian hasil atau split kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang dapat mencapai hingga 50%, lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang berkisar 15%–30%.

Selain itu, pemerintah memberikan fleksibilitas dalam pemilihan skema kontrak migas, baik menggunakan skema cost recovery maupun gross split. Pemerintah juga menyediakan berbagai insentif untuk optimalisasi produksi serta pembebasan pajak tidak langsung (indirect tax) selama masa eksplorasi.

Pemerintah saat ini semakin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitasi percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi. Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN (termasuk seismik), untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi,” jelasnya.

Baca Juga: Konflik Iran–Israel Ganggu Penerbangan, Turis Eropa Batal Liburan ke Bali

Adapun bagi calon investor yang berminat, pemerintah membuka dua mekanisme pengajuan, yakni melalui penawaran langsung lewat studi bersama atau melalui lelang reguler.

Proposal untuk kedua mekanisme tersebut dapat disampaikan kepada Ditjen Migas mulai 1 April 2026 hingga paling lambat 10 April 2026.

“Sesuai arahan Menteri ESDM, kami memberikan kemudahan dan membuka peluang bagi perusahaan migas yang memiliki kapabilitas untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia,” kata Laode.

Untuk mempermudah proses pengajuan, Ditjen Migas juga menyediakan layanan coaching bagi calon investor dalam menyiapkan proposal studi bersama maupun proposal lelang reguler hingga 1 April 2026.

Selain itu, investor juga dapat mengakses data potensi migas dari 10 area tersebut melalui fasilitas data room di LEMIGAS hingga 10 April 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×