Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia menawarkan 13 blok minyak dan gas bumi (migas) dalam putaran lelang pertama tahun 2026, dengan total sumber daya diperkirakan mencapai 16 miliar barel minyak dan 81,85 triliun kaki kubik gas, kata pejabat senior Kementerian Energi, Laode Sulaeman, Rabu (20/5/2026).
Dua blok ditawarkan melalui skema penawaran langsung, yaitu Blok Natuna D-Alpha dengan perkiraan sumber daya 2,86 miliar barel minyak, serta Blok Sapukala dengan perkiraan 2,3 miliar barel minyak. 11 blok lainnya dilelang melalui mekanisme reguler, termasuk Blok Namori di lepas pantai Nusa Tenggara Timur yang memiliki perkiraan 17,47 miliar barel minyak atau 38,5 triliun kaki kubik gas.
Baca Juga: Mitrabara (MBAP) Pelajari Badan Ekspor Komoditas, Targetkan Penjualan 1,45 Juta Ton
Pemerintah juga menawarkan Blok Rombebai dan Jayapura di darat dan lepas pantai Papua, dengan perkiraan sumber daya masing-masing sebesar 14,75 triliun dan 19,4 triliun kaki kubik gas.
Putaran lelang ini dimulai pada 20 Mei 2026. Penawaran langsung dijadwalkan berakhir pada 6 Juli, sementara lelang reguler sebagian berakhir pada 20 Juli dan sebagian lagi pada 17 September.
Pada hari yang sama, pemerintah menetapkan empat blok migas baru, termasuk Blok Akimeugah II di provinsi Papua Selatan dan Pegunungan Papua, yang memiliki perkiraan sumber daya 15 miliar barel minyak. Blok ini dimenangkan oleh Dongfang Exploration Oil Indonesia.
Produksi migas Indonesia menurun dalam satu dekade terakhir akibat cadangan yang menipis. Untuk membalikkan tren ini, pemerintah berkomitmen menawarkan puluhan blok migas baru dalam beberapa tahun ke depan. Menteri Energi menyebut Indonesia memiliki 118 wilayah potensial untuk pengembangan blok migas baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













