kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

AP 1 dongkrak pendapatan non-aero


Selasa, 17 Januari 2017 / 08:35 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Perusahaan penyedia layanan lalu lintas udara dan bisnis bandar udara PT Angkasa Pura 1 bermaksud mendongkrak pendapatan bisnis dari non-aero. Hal ini dilakukan dengan dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan dari bisnis tersebut.

Perusahaan membidik bisnis non aero pada sepanjang 2017 nanti bisa memberikan kontribusi 43%. Sementara, pada 2016, bisnis non aero Angkasa Pura 1 memberi kontribusi 40,3%. “Pertambahan ini sebanding dengan jumlah penumpang, dan pertumbuhan pergerakan pesawat di setiap bandara,” terang Israwadi Sekretaris Perusahaan PT. Angkasa Pura 1 kepada KONTAN, Senin (16/1).

Perusahaan memproyeksikan, ada peningkatan penumpang sebesar 7,3% yakni menjadi 89.9 juta penumpang (2017) dibandingkan dengan 83,8 juta penumpang (2016). Peningkatan penumpang tersebut sekaligus berdampak langsung pada passanger service charge (PSC) atau airport tax.

Angkasa Pura 1 yakin, pertambahan penumpang tersebut juga seiring dengan spending passanger yang juga meningkat. Dengan kata lain mendongkrak bisnis non-aero.

Pendapatan bisnis non aero, diantaranya berasal dari jasa, kargo, properti, sewa lahan dan konsesi. Untuk mengoptimalkan pendapatan, AP 1 juga memanfaatkan aset yang bisa disewakan kepada pihak lain. Diantaranya, seperti pemanfaatan untuk kompleks pergudangan di Sunset Road, Bali. "Dari sini juga beri kontribusi yang optimal," ujarnya.

Pada tahun ini, perusahaan plat merah ini juga optimisitis pendapatan mereka meningkat. Yakni dari total bisnis secara keseluruhan, perusahaan membidik target pertumbuhan 24,7% sampai dengan akhir tahun nanti. Pertumbuhan ini didapat dari bisnis aero dan non aero.

"Target revenue kami bisa mencapai Rp 7,7 triliun, dengan bottom line atau laba bisa Rp 1,1 triliun," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×