kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45947,15   -9,97   -1.04%
  • EMAS977.000 -1,21%
  • RD.SAHAM -1.34%
  • RD.CAMPURAN -0.36%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.03%

Apa Perbedaan Keramik dan Granit untuk Lantai Rumah? Ini Penjelasannya


Sabtu, 21 Mei 2022 / 16:48 WIB
Apa Perbedaan Keramik dan Granit untuk Lantai Rumah? Ini Penjelasannya
ILUSTRASI. Seorang pekerja saat merapikan ubin jenis homogenous tile merek Granito yang akan menjadi pilihan konsumen menjelang perayaan Natal di Toko Sinar Timur, Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Keramik dan granit memang cocok digunakan untuk lantai rumah, terutama bagi orang yang tinggal di wilayah tropis. Oleh sebab itu, keramik dan granit kerap digunakan sebagai lantai rumah oleh masyarakat Indonesia yang beriklim tropis. 

Selain itu, keramik dan granit yang digunakan sebagai lantai rumah pun akan mempercantik dekorasi serta membuat hunian tampak bersih. 

Akan tetapi, masih banyak orang yang mengira keramik dan granit ada dua bahan yang sama karena bentuknya yang mirip. Padahal keduanya berbeda, baik dari segi bahan maupun kelebihan serta kekurangannya. 

Dilansir dari channel YouTube Fake Architect melalui KOMPAS.com, berikut ini perbedaan keramik dan granit serta cara mengetahui kualitasnya. 

Kelebihan dan kekurangan keramik 

Keramik adalah bahan material yang terbuat dari tanah liat. Hal ini bisa diketahui dengan cara melihat bagian bawahnya. Bila warnanya merah berarti itu adalah keramik.

Baca Juga: Punya Meja Dapur dari Granit? Simak Tips Merawatnya Supaya Tetap Cantik

Kelebihan keramik untuk lantai rumah yaitu kuat terhadap tekanan, motifnya beragam, mudah didapatkan dan dibersihkan, serta harganya relatif murah. 

Kekurangannya, keramik memiliki nat atau ruang antar keramik yang cukup besar, dengan rata-rata berukuran 3-5 mm. Akan tetapi, saat ini sudah ada beberapa keramik yang memiliki nat kecil. 

Nat yang besar pada keramik berisiko membuat lantai cepat kotor, sehingga harus sering dibersihkan agar lantai keramik tetap terlihat mengilap. 

Selain itu, keramik juga tidak bisa dipoles bila tergores, lantainya berubah mengikuti cuaca, dan mudah pecah. 

Kelebihan dan kekurangan granit 

Sementara itu, sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Sabtu (7/5/2022), granit adalah material bangunan dari batuan padat yang mengandung unsur mineral tinggi. 

Baca Juga: 4 Inspirasi Wastafel Batu Alam yang Sederhana dan Natural

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×