kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.003   40,00   0,22%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Apartemen tak hanya jadi tempat huni, namun juga investasi


Jumat, 25 Februari 2011 / 10:30 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pembangunan apartemen di kota-kota besar Indonesia makin marak. Tak hanya untuk tempat tinggal tetapi juga untuk kebutuhan investasi.

"Tingkat hunian apartemen pada tahun ini akan terus naik dari tahun lalu. Dari segi pertumbuhan pasok turun tapi dari permintaan akan meningkat," ujar Kepala Riset Jones Lang LaSalle Indonesia, Anton Sitorus.

Menurut Anton, investasi di apartemen cukup menarik. Pasalnya tingkat imbal hasil (yield) untuk sewa kondominium mewah mencapai 10% hingga 11% dan capital gain yang di dapatkan bisa mencapai 7%-12%.

Sedangkan imbal balik untuk penyewaan yield grade A office (ruang perkantoran dengan grade A) mencapai 8% hingga 9%, dengan capital gain sebesar 8% hingga 14%.

Keuntungan berinvestasi di apartemen selain potensi kenaikan harga yang cukup besar, juga akan memberikan tambahan pendapatan bagi pemilik dengan menyewakan apartemennya.

Namun, untuk berinvestasi di bidang properti tidak semudah yang dibayangkan. Pembeli harus mempertimbangkan banyak hal seperti harga, lokasi, kualitas bangunan, tingkat kenyamanan hunian, keamanan dan infrastruktur kawasan.

Menurut Anton, dengan lokasi yang strategis seperti dekat dengan pusat bisnis atau aktivitas dan mudah aksesnya maka harga jualnya akan semakin tinggi. Selain itu juga harus diperhatikan kualitas pengembangnya.

Ada baiknya jika memilih apartemen yang dibangun oleh developer yang sudah memiliki kredibilitas baik dan berpengalaman dalam bidang properti. "Dengan memperhatikan faktor-faktor itu tadi, investasi di sektor properti akan memiliki prospek yang bagus di masa mendatang," ujarnya.

Senada dengan Anton, Kepala Riset Procon, Herully Suherman menambahkan, investasi di sektor properti khususnya apartemen akan jauh lebih gurih dibandingkan dengan bunga bank dan deposito. "Properti juga dianggap lebih aman untuk investasi jangka panjang karena sifatnya yang nyata," ujar Herully.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×