kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Apemindo usulkan BKPM pegang kendali smelter


Senin, 02 Mei 2016 / 10:42 WIB
Apemindo usulkan BKPM pegang kendali smelter


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) meminta pemerintah tegas menetapkan instansi yang berwenang membina dan mengawasi pembangunan fasilitas pengolahan mineral (smelter).

Pasalnya, dualisme kewenangan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Perindustrian (Kemprin) saat ini, menghambat langkah bisnis mereka.

Apemindo meminta adanya pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). 

"Sejauh ini memang banyak komplain, bahwa bila izin produksi untuk smelter dikeluarkan oleh kementerian perindustrian, mereka (kementerian ESDM) tidak bisa menagih royalti," keluh Direktur Eksekutif Apemindo Ladjiman Damanik kepada KONTAN, Minggu (1/5).

Karena itu, Kementerian ESDM menilai, tak perlu ada pengalihan kewenangan sejauh ada komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian.

"Yang penting berapa pasokannya ke smelter jelas, jangan sampai over supply antara IUI dan IUP," Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom) Kementerian ESDM Sujatmiko.

Asal tahu saja, pembangun smelter harus mengantongi izin usaha industri (IUI) Kemprin dan dan izin usaha pertambangan (IUP) Kementerian ESDM. Saat ini, Kementerian ESDM sedang membahas kewenangan pembinaan smelter dalam revisi UU No 4/2009  tentang UU Minerba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×