kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Apindo: Kebijakan pemerintah harus kondusif


Rabu, 09 September 2015 / 17:03 WIB


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut menolak rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016.

Ketua Apindo, Hariyadi Sukamdani nampak hadir dalam konferensi pers "Pernyataan Bersama Asosiasi Menolak Target Penerimaan Cukai Tembakau 2016, Demi Kelangsungan Industri Tembakau Nasional" pada Rabu (9/9).

Menurut Hariyadi, pemerintah harus menerapkan kebijakan yang kondusif untuk iklim usaha. Ia juga menghimbau pemerintah agar tidak berubah-ubah dalam menelurkan kebijakan karena hanya akan mempersulit pengusaha.

Ia mengatakan, puluhan tahun menjadi pengusaha, masing-masing pemerintah punya regulasi masing-masing. Tiap ganti pemerintahan, pengusaha harus beradaptasi dengan kebijakan yang baru.

"Kami seumur hidup jadi pengusaha, pemerintahan kan tiap 5 tahun berganti. Lepas masa jabatan selesai, padahal kami masih lanjut terus jadi pengusaha," ujar Hariyadi, Rabu (9/9).

Padahal, sektor swasta juga berperan dalam mendorong laju pembangunan ekonomi, seperti investasi, alih teknologi, hingga penyerapan tenaga kerja. "Iya kami patuh pada aturan, tapi tolong yang kondusif dengan dunia usaha," ujar Hariyadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×