kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Apindo: Kebijakan pemerintah harus kondusif


Rabu, 09 September 2015 / 17:03 WIB


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut menolak rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016.

Ketua Apindo, Hariyadi Sukamdani nampak hadir dalam konferensi pers "Pernyataan Bersama Asosiasi Menolak Target Penerimaan Cukai Tembakau 2016, Demi Kelangsungan Industri Tembakau Nasional" pada Rabu (9/9).

Menurut Hariyadi, pemerintah harus menerapkan kebijakan yang kondusif untuk iklim usaha. Ia juga menghimbau pemerintah agar tidak berubah-ubah dalam menelurkan kebijakan karena hanya akan mempersulit pengusaha.

Ia mengatakan, puluhan tahun menjadi pengusaha, masing-masing pemerintah punya regulasi masing-masing. Tiap ganti pemerintahan, pengusaha harus beradaptasi dengan kebijakan yang baru.

"Kami seumur hidup jadi pengusaha, pemerintahan kan tiap 5 tahun berganti. Lepas masa jabatan selesai, padahal kami masih lanjut terus jadi pengusaha," ujar Hariyadi, Rabu (9/9).

Padahal, sektor swasta juga berperan dalam mendorong laju pembangunan ekonomi, seperti investasi, alih teknologi, hingga penyerapan tenaga kerja. "Iya kami patuh pada aturan, tapi tolong yang kondusif dengan dunia usaha," ujar Hariyadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×